Deflides Gusni SP MSi
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih menghadapi kekurangan beras sekitar 15.000 ton per tahun dari total kebutuhan 31.000 ton. Saat ini, dengan lahan sawah seluas 5.000 hektare, produksi beras baru mencapai 16.000 ton per tahun.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kuansing, Deflides Gusni SP MSi, Senin (29/9), menyebut pihaknya menargetkan peningkatan produksi agar Kuansing ke depan bisa swasembada beras.
Produktivitas gabah kering giling saat ini rata-rata baru 4,7 ton per hektare. Untuk meningkatkannya, ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Pertama, intensifikasi lahan sawah yang ada. Kedua, mengubah pola tanam masyarakat yang belum menerapkan sistem IP200, padahal lahan memungkinkan panen dua hingga tiga kali setahun. Karena itu, penyuluhan kepada petani akan lebih digencarkan.
Selain itu, masih ada kebiasaan sistem “lepas enam bulan ternak dan kandang enam bulan” yang kerap mengganggu pola tanam padi. Untuk perluasan lahan, pemerintah pusat sudah mengalokasikan program pembukaan sawah baru seluas 500 hektare pada 2025. Namun, hingga kini baru tersedia 100 hektare. Dari kuota itu, minimal daerah harus menyiapkan 200 hektare agar bantuan bisa dicairkan.
“Ini menjadi target kita agar ke depan Kuansing bisa mandiri dan swasembada beras,” tegas Deflides.
Menaker wajibkan BHR ojol dan kurir dibayar tunai minimal 25 persen, cair paling lambat tujuh…
Living World luncurkan My Living App, program loyalitas digital terintegrasi dengan promo, poin belanja, dan…
Gerakan Rakyat resmi jadi partai politik. Status Anies Baswedan belum diumumkan, fokus kini pada penyelesaian…
Disnaker Kota Pekanbaru tegaskan THR 2026 wajib dibayar penuh sebelum 8 Maret. Perusahaan dilarang mencicil,…
Sekolah di Kepulauan Meranti libur Idulfitri 16–29 Maret 2026. Kegiatan belajar kembali normal pada 30…
Sebanyak 3,4 hektare mangrove di Bengkalis dibabat untuk tambak udang. Warga khawatir abrasi pantai makin…