Kapolres AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, Ketua KPU Wawan Ardi, Ketua Bawaslu Mardius Adi Saputra, Pabung 0302, Kajari, Tim Paslon bersama camat dan kepala desa/lurah se-Kuansing. (Desriandi Candra/Riaupos.co)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Aksi demo sekitar seratusan massa ke Kantor Bupati Kuansing, Ahad (24/11) kemaren membuat Kabupaten Kuansing menjadi sorotan pihak luar.
Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH tidak ingin itu terulang lagi di Kabupaten Kuansing. Senin (25/11), Kapolres Pangucap langsung mengundang seluruh camat, kades, PJ kades se Kuansing di aula Polres Kuansing.
“Bapak dan ibu Kades, PJ Kades dan camat tentu tau. Ada keributan di Kantor Bupati, karna ada pertemuan disana yang kemungkinan disebabkan salah persepsi,” ujarnya.
Untuk menghindari asusmsi lain, prasangka, fitnah, dalam sebuah kegiatan, Kapolres Pangucap tidak mempersoalkan untuk mengundang polsek menjadi penengah dalam kegiatan itu.
“Kalau membuat acara, silahkan undang polsek untuk menjadi penengah dalam kegiatan itu,” katanya.
Pangucap yakin, orang Kuansing sebenarnya bersaudara satu sama lain. Karena itu, Ukhuwah yang sudah dibangun lama, jangan sampai hanya gara-gara hal sepele kemudian persahabatan putus.
“Kita ini bersahabat, kita ini berkawan, kita ini saudara. Saya tidak mau terjadi apa-apa sama saudara-saudara saya. Sama sahabat-sahabat saya ya. Jadi saya berharap, tunjukkan bahwa kita semua ini sebagai pelayan negara, kita ini netral. Bapak Ibu boleh tidak netral, nanti dibilik suara,” ujarnya.
Saat ini, sudah memasuki masa tenang. Tinggal dua hari lagi melaksanakan pencoblosan. Dalam masa tenang ini, hindari kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan fitnah, yang bisa menimbulkan prasangka.
Kepala desa, PJ Kepala Desa, Lurah, adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Bila daerahnya masih ada yang terdampak banjir, Pangucap meminta segera berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu untuk mencari solusi dan TPS alternatif.
Namun hari ini, banjir sudah surut. “Mudah-mudahan semua berjalan aman dan lancar,” sambung Pangucap.
Langkah yang diambil Kapolres Kuansing itu, mendapat apresiasi KPU, Bawaslu maupun Pabung 0302 Inhu-Kuansing. Mereka semua sepakat, mengajak semua kepala desa, lurah dan camat untuk menjaga netralitas. “Tugas tetap dijalankan, tetapi sesuai dengan batas-batas kewenangan,” kata Wawan Ardi.
Dalam pertemuan itu, Polres juga mengundang semua Ketua Tim Pemenangan Paslon, Wakil Ketua I DPRD Satria Mandala Putra, Kajari Kuansing. Namun pertemuan itu, tidak dilakukan tanya jawab. “Inti pertemuan ini, mengajak menjaga netralitas dan jaga situasi dan kondisi keamanan menjelang Pilkada yang tinggal dua hari lagi,” tegas Pangucap. (dac)
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.