Senin, 18 Mei 2026
- Advertisement -

Berhasil Tekan Stunting, Pemkab Kampar Raih Penghargaan

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kampar menerima penghargaan terpilih sebagai kabupaten/kota terbaik peringkat 2 se-Provinsi Riau pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021.

‘’Pemkab Kampar berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan. Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),’’ jelas Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das’at saat menerima penghargaan di Hotel Gamara Kota Makassar, Kamis (7/7/2022). 

Zulhendra menambahkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar yang terdiri dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terus melakukan sinergisitas dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif.

Baca Juga:  Agus Candra Berharap Guru Melek Teknologi

“Semua OPD terkait berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif, sehingga pada penilaian kinerja stunting, Kabupaten Kampar mendapatkan apresiasi penghargaan juara 2 dari 10 kabupaten yang mengikuti penilaian di Riau,” ujar Zulhendra.

Ia menjelaskan, berbagai inovasi dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting dilakukan termasuk PIS-PK, dan Pemksb Kampar berhasil meraih penghargaan juara 2.

Penghargaan ini diserahkan oleh Kemendagri dan diterima oleh Ketua TPPS Kabupaten Kampar yang diwakili Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasa’at.  Ia menjelaskan, target Kabupaten Kampar dalam penurunan angka stunting hingga 2023 adalah 18 persen, dan ini harus dicapai.

Zulhendra berharap kegiatan ini akan terus ditingkatkan dan sinergisitas seluruh OPD terkait penurunan angka stunting akan selalu menjadi prioritas, karena ini merupakan program nasional.

Baca Juga:  Jajal Arung Jeram Sungai Kopu

Zulhendra juga memaparkan, PIS-PK sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK.

‘’Program ini dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat untuk memantau kesehatan masyarakat. Termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka stunting oleh petugas puskesmas,’’ jelas Zulhendra.

Zulhendra menambahkan, PIS-PK merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah, terutama di daerah dan perbatasan agar penurunan angka stunting bisa tercapai.

 

Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kampar menerima penghargaan terpilih sebagai kabupaten/kota terbaik peringkat 2 se-Provinsi Riau pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021.

‘’Pemkab Kampar berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan. Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),’’ jelas Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das’at saat menerima penghargaan di Hotel Gamara Kota Makassar, Kamis (7/7/2022). 

Zulhendra menambahkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar yang terdiri dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terus melakukan sinergisitas dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif.

Baca Juga:  Agus Candra Berharap Guru Melek Teknologi

“Semua OPD terkait berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif, sehingga pada penilaian kinerja stunting, Kabupaten Kampar mendapatkan apresiasi penghargaan juara 2 dari 10 kabupaten yang mengikuti penilaian di Riau,” ujar Zulhendra.

Ia menjelaskan, berbagai inovasi dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting dilakukan termasuk PIS-PK, dan Pemksb Kampar berhasil meraih penghargaan juara 2.

- Advertisement -

Penghargaan ini diserahkan oleh Kemendagri dan diterima oleh Ketua TPPS Kabupaten Kampar yang diwakili Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasa’at.  Ia menjelaskan, target Kabupaten Kampar dalam penurunan angka stunting hingga 2023 adalah 18 persen, dan ini harus dicapai.

Zulhendra berharap kegiatan ini akan terus ditingkatkan dan sinergisitas seluruh OPD terkait penurunan angka stunting akan selalu menjadi prioritas, karena ini merupakan program nasional.

- Advertisement -
Baca Juga:  Warga Kualu Cabuli Anak Tiri, Ini Pengakuannya

Zulhendra juga memaparkan, PIS-PK sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK.

‘’Program ini dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat untuk memantau kesehatan masyarakat. Termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka stunting oleh petugas puskesmas,’’ jelas Zulhendra.

Zulhendra menambahkan, PIS-PK merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah, terutama di daerah dan perbatasan agar penurunan angka stunting bisa tercapai.

 

Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kampar menerima penghargaan terpilih sebagai kabupaten/kota terbaik peringkat 2 se-Provinsi Riau pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021.

‘’Pemkab Kampar berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan. Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),’’ jelas Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das’at saat menerima penghargaan di Hotel Gamara Kota Makassar, Kamis (7/7/2022). 

Zulhendra menambahkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar yang terdiri dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terus melakukan sinergisitas dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif.

Baca Juga:  DPRD Umumkan Pemberhentian Bupati Kampar

“Semua OPD terkait berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara intensif, sehingga pada penilaian kinerja stunting, Kabupaten Kampar mendapatkan apresiasi penghargaan juara 2 dari 10 kabupaten yang mengikuti penilaian di Riau,” ujar Zulhendra.

Ia menjelaskan, berbagai inovasi dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting dilakukan termasuk PIS-PK, dan Pemksb Kampar berhasil meraih penghargaan juara 2.

Penghargaan ini diserahkan oleh Kemendagri dan diterima oleh Ketua TPPS Kabupaten Kampar yang diwakili Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasa’at.  Ia menjelaskan, target Kabupaten Kampar dalam penurunan angka stunting hingga 2023 adalah 18 persen, dan ini harus dicapai.

Zulhendra berharap kegiatan ini akan terus ditingkatkan dan sinergisitas seluruh OPD terkait penurunan angka stunting akan selalu menjadi prioritas, karena ini merupakan program nasional.

Baca Juga:  Said Abdullah Bagi Sembako untuk Masyarakat Kampar

Zulhendra juga memaparkan, PIS-PK sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK.

‘’Program ini dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat untuk memantau kesehatan masyarakat. Termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka stunting oleh petugas puskesmas,’’ jelas Zulhendra.

Zulhendra menambahkan, PIS-PK merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah, terutama di daerah dan perbatasan agar penurunan angka stunting bisa tercapai.

 

Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari