wabup-bengkalis-sampaikan-kondisi-infrastruktur-abrasi-dan-rencana-pos-lintas-batas
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H Bagus Santoso, yang turut hadiri mendampingi Presiden RI H Joko Widodo di Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis turut menyampaikan kondisi Kabupaten Bengkalis terkini.
Bagus Santoso berharap, Presiden RI bisa memenuhi infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN Pusat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati H Bagus Santoso, ketika diwawancarai Riaupos.co, Selasa (28/9/2021) usai menerima kunjungan Presiden RI Joko Widodo. Meurutnya, pemenuhan infrastruktur jalan masih dinilai minim sentuhan dari dana APBN untuk Kabupaten Bengkalis.
Selain infrastruktur, Bagus Santoso juga menyampaikan niatnya untuk mengaktifkan kembali pos lintas batas dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
“Saya sempatkan diri menyampaikan kepada Pak Presiden RI Joko Widodo dalam hal pemenuhan infrastruktur yang butuh sentuhan dari APBN. Kemudian rencana mengaktifkan kembali pos-pos lintas batas di kawasan pesisir. Semoga apa yang disampaikan bisa nantinya ditindaklanjuti secara bersama-sama,” ujar Bagus Santoso.
Terkait abrasi pantai, sambung mantan wartawan ini, khusus Kabupaten Bengkalis potensi abrasinya sangat besar, ada 222 kilometer panjang abrasi. Kondisi kritis 121 kilometer. Diharapkan selain tanaman mangrove bisa juga melalui tanaman lainnya seperti api-api atau bangunan pemecah gelombang.
Dikatakannya, penanganan abrasi ini sepanjang 31,6 kilometer telah dilaksanakan melalui anggaran APBD Bengkalis dan APBD Riau. Tersisa sekitar 89,9 kilometer lagi.
Dalam hal ini, Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara teknis telah berusaha melakukan penanggulangan abrasi dengan membangun infrastruktur pengaman pantai melalui dana APBD Bengkalis dengan total biaya senilai Rp326,575 miliar dalam kurun waktu selama lebih kurang 8 tahun.
“Di tahun 2019 lalu, kami hanya mampu mengalokasikan anggaran senilai Rp1,6 miliar. Nah tahun 2020 tetap mengusulkan, namun dikarenakan rekofusing anggaran Covid-19, maka anggaran tak cukup mengakomodirnya. Maka dari itu ini menjadi langkah besar, serta sejarah sampainya Bapak Presiden RI kita ke negeri junjungan Bengkalis,” terangnya.
Diutarakannya lagi, jika saat ini Kabupaten Bengkalis tetap mengusulkan dan menyerahkan proposal usulan senilai Rp2,3 triliun untuk penanganan abrasi pantai. Mulai dari Pulau Bengkalis dan daratan Sumatra yakni Bandar Laksamana, Sepahat, Tenggayun hingga Pulau Rupat.
“Ini juga menyangkut kedaulatan NKRI. Maka harapan kita dengan kedatangan Bapak Presiden ke Bengkalis, bisa menjadi berkah bagi kita semua. Ini merupakan sejarah kali pertama Presiden RI memijakkan kaki ke Negeri Junjungan Bengkalis yang juga menjadi bagian dari pulau terluar,” ujarnya.
Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…
Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…
Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…