Categories: Bengkalis

Dua Kelompok Pemuda Baku Hantam di Desa Penebal

BENGKALIS  (RIAUPOS.CO) — Dua kelompok pemuda antara Desa Penebal dan Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, terlibat baku hantam. Peristiwa dipicu oleh salah faham saat acara hiburan orgen tunggal di salah satu rumah warga yang menggelar pesta pernikahan, Senin (25/7/2022) sekitar pukul 23.10 WIB.

Akibatnya, banyak warga dari kedua desa yang mengalami luka-luka. Meski tidak begitu parah, namun peristiwa itu sempat dibawa ke Kantor Desa Temeran pada keesokan harinya, Selasa (26/7/2022).

Namun karena dari pihak pemuda Desa Penebal tidak datang, maka upaya perdamaian secara musyawarah batal digelar dan pada Rabu (27/7/2022) barulah dilakukan musyawarah kembali.

Namun dalam pertemuan itu tidak ada titik temu, karena dari pihak pemuda Desa Temeran yang banyak mengalami luka memar tidak terima dan membuat laporan ke Polres Bengkalis, Rabu (27/7/2022) sekitar pukul  20.00 WIB.

"Sudah saya laporkan. Ini karena tidak ada kata sepakat perdamaian, karena kami yang banyak mengalami luka memar sebanyak 8 orang," ujar Deri (19), selaku korban pengeroyokan, usai membuat laporan di Polres Bengkalis, Kamis (28/7/2022).

Sementara itu, informasi yang berhasil di rangkum di lapangan menyebutkan, peristiwa baku hantam antar pemuda terjadi di sela-sela kegiatan hiburan malam resepsi pernikahan di Desa Penebal, Kecamatan Bengkalis. Seperti biasa, setiap usai pesta kenduri, malam harinya, tuan rumah memberikan hiburan malam orgen tunggal, sebagai hiburan masyarakat setempat.

Namun, entah kenapa saat hiburan malam berlangsung, salah seorang pemuda dari Desa Temeran tiba-tiba membuat suasana berubah. Sehingga, pemuda Penebal yang tak terima langsung berusaha membalas, hingga terjadilah baku hantam dua kelompok dari dua desa tersebut.

Atas peristiwa itu, pemuda Temeran tidak terima dan mengadukannya kepada kepala desa (Kades) setempat. Sehingga, difasilitasi Kepala Desa Temeran Arifin dibantu Babinkamtibmas setempat berusaha mendamaikan. Namun, perdamaian itu berujung kesepakatan ganti rugi senilai Rp20 juta.

Akan tetapi, kedua belah pihak tidak sepakat. Pasalnya, pemuda Desa Penebal yang turut menjadi korban menilai, jika mereka diperas atau dipaksa dengan harus membayar Rp20 juta, sebagai biaya perobatan.

"Hasil mediasi atau perdamaian tercapai. Tapi, soal uang Rp20 juta yang dituntut pemuda Temeran itu tidak bisa dipenuhi. Karena, nilainya tidak sedikit. Sementara ini terjadi akibat ulah pemuda Temeran yang datang ke Penebal dan mencoba berbuat onar," ujar Muhadi perwakilam warga Desa Penebal, yang turut memediasi damai baku hantam tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Temeran Arifin, Rabu (27/7/2022) membenarkan peristiwa tersebut. Arifin mengatakan, proses mediasi damai berlangsung di Kantor Desa Temeran dihadiri sejumlah pemuda dari kedua desa.

"Pertemuan tadi itu dihadiri sekitar 23 orang. Lupa saya jumlah pastinya. Peristiwa acara pesta pernikahan yang berlanjut malam hari acara hiburan. Dalam acara itu terjadi baku hantam di Desa Penebal," ujarmya.

Terkait baku hantam itu, Deri warga Temeran yang mengaku korban mengatakan, malam itu dirinya melihat temanmya selisih faham saat acara berlangsung dan saat dirinya akan melerai malah ditolak oleh pemuda Penebal dan pada saat itulah, salah paham ini malah menjadi besar.

"Saya ingin melerai kawan saya yang sedang berselisih waktu itu, malah saya yang dituduh memukul. Saya juga sempat dipanggil ke pentas oleh Babinkamtibmas untuk menyelesaikan itu. Tapi waktu saya ingin naik ke pentas, malah kepala saya dipukul dan mengalami luka memar di bagian pelipis," ujarnya.

Ia menjelaskan, malam itu terjadi baku hantam dan ada 8 orang temannya yang dipukuli dan mengalami luka-luka akibat dipukul dengan kayu dan kursi plastik.

"Setelah kejadian sempat dilakukan perdamaian di Desa Temeran, namun dari pihak pemuda Desa Penebal tidak hadir dan pada Rabu (27/7/2022) mereka datang, tapi tidak ada kata sepakat, maka kasus ini saya lanjutkan," ujarnya.

Terkait permintaan uang Rp20 juta yang diajukan Deri bersama kawan-kawanya, tidak dibantah. Karena dari pihaknya banyak mengalami luka-luka, karena ini untuk pengobatannya, namun tidak disetujui oleh pihak pemuda Desa Penebal dan hanya menyanggupi Rp1,5 juta dan terakhir malah ingin dikasi Rp3 juta.

"Ya, memang ada kami minta, karena kami yang banyak mengalami luka parah, karena tak sepakat, kami malamnya langsung buat laporan ke Polres Bengkalis," ujarnya.

Terhadap laporan itu, Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Reza melalui Kanit 3 Pidana Umum, Dodi saat dikonfirmasi di ruang merjanya, Kamis (28/7/2022) siang tidak berada di tempat. Namun saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya laporan tersebut.

"Maaf sedang makan siang. Ya, ada laporan polisinya dan kami saat ini sudang menugaskan anggota untuk datang ke TKP di Desa Penebal. Sabar ya hasilnya nanti kami sampaikan," ucapnya singkat.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago