Categories: Bengkalis

Proyek Miliaran Rupiah Dilelang

(RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas PUPR mulai melakukan proses tender (lelang) sebagian besar proyek fisik dengan pagu miliaran rupiah, termasuk proyek-proyek strategis. Belum ada pernyataan resmi, apakah pelaksanaan proyek fisik ini sudah memperhitungkan ketersediaan dana yang  harus diperlukan  untuk menutupi kekurangan kegiatan lain pasca rasionalisasi akibat dari dampak Covid-19.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Bengkalis H Adri saat dihubungi mengatakan, pada prinsipnya sesuai kesepakatan saat pertemuan antara Banggar dan TAPD beberapa waktu lalu, ada sembilan item kegiatan yang  perlu dipenuhi oleh Pemkab Bengkalis dengan anggaran yang  diperlukan sebesar Rp300 miliar lebih. Informasi terakhir, hasil kesepakatan ini sudah dituangkan dalam RKPDP yang saat ini sedang proses evaluasi.

“Dari RKPDP ini nanti kita tindak lanjuti dengan beberapa tahapan sampai nanti disahkannya APBD Perubahan 2020,” ujar Adri kemarin seraya memperkirakan kalau tidak ada  perubahan bulan September mendatang APBDP tersebut sudah disahkan.

Kalaupun ada kegiatan yang saat ini dilelang, Adri mengatakan, dirinya yakin pemkab sudah melakukan pengkajian secara matang dan dananya ada. “Walau bagaimana pun kita tetap melakukan pengawasan guna memastikan dana untuk untuk menutupi kekurangan sebesar Rp300 miliar lebih itu tersedia. Karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak,” ujar Adri.

Seperti pernah diberitakan pasca rasionalisasi anggaran menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan nomor: 119/2813/SJ dan 177/KMK.07/2020, banyak kegiatan-kegiatan yang harus ditunda. Bahkan, sesuai dengan amanah SKB tersebut, rasionalisasi belanja barang dan jasa sekurang-kurangnya 50 persen terutama perjalanan dinas dalam dan luar daerah, barang pakai habis untuk keperluan kantor, cetak dan penggandaan, pemeliharaan dan jasa kantor terpaksa dilakukan.

Sampai hari ini, belum ada informasi resmi dari  Pemkab Bengkalis berapa total dana yang dirasionalisasi tersebut. Plh Bupati Bengkalis selalu mengelak menyebutkan angka, dan meminta kepada wartawan untuk menanyakan ke BPKAD. Namun yang pasti, dampak dari rasionalisasi ini adalah anggaran untuk gaji honor pegawai, guru termasuk guru madrasah sudah tidak cukup lagi untuk 12 bulan. Termasuk juga operasional kantor, SPPD, TPP, dan iuran Jamkesmasda dirasionalisasi.

Beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara Banggar DPRD dan TAPD bahwasanya kekurangan biaya tersebut diambil dari Belanja Modal. Dibutuhkan sekitar Rp300 miliar lebih untuk menutupi kekurangan tersebut. Jumlah yang lumayan besar dan hanya bisa ditutupi dari Belanja Modal. Konsekwensinya adalah proyek-proyek fisik terutama dengan nilai miliaran rupiah, ditunda pelaksanaannya.(ade)

Laporan Erwan Sani, Bengkalis

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

2 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

6 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

6 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

6 hari ago