BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sudah sepekan hujan deras disertai pasang keling terjadi di pulau terluar Indonesia, Bengkalis, Riau. Dampaknya tanggul yang berada di bibir pantai pesisir Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis menjadi jebol.
Warga Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, yang sejak dulunya bercocok tanam merasakan dampak fenomena alam tersebut. Puluhan hektare tanaman padi warga yang sedang berbuah menjadi layu karena terendam.
"Akibat pasang keling ini, puluhan hektare tanaman kami dan warga lainya menjadi terendam. Maka dipastikan padi kami terancam gagal panen," ujar Misudi, petani setempat, Selasa (9/11).
Pria paruh baya dengan raut wajah lesunya menyimpan kekecewaan. Pasalnya padi yang dia tanam selama ini sudah mulai berisi.
"Sudah hampir sepekan ini, lahan sawah kami terendam mencapai satu meter. Dan air melimpah datangnya dari air asin laut," ujar Misudi.
Senada juga disampaikan Mamat, warga setempat. Dia mengaku dengan kejadian pasang keling meluap, warga harus ekstrakerja setiap hari di sawah.
"Ibarat melihat anak kita sendiri, bisa dibilang hampir setiap hari melihat tanaman padi kita ini. Selain itu kita juga melakukan pemupukan kembali karena kita khawatirkan tanaman padi akhirnya menguning sebelum waktunya," ujar Mamat.
Mamat berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. "Kalau tidak cepat diperbaiki, tahun depan dipastikan para petani tidak bisa menanam padi kembali. Kami juga berharap pemecah gelombang karena sangat penting. Tidak jauh dari lahan persawahan ini terdapat pelabuhan internasional, juga supaya ombak yang datang tidak terlalu kuat seperti saat ini," harap Mamat.(zed)
Laporan Abu Kasim, Bengkalis

