BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Pengguna penyeberangan Ro-Ro lintasan Sungai Selari-Air Putih Bengkalis mengeluhkan lambatnya pelayanan yang berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Keterlambatan terjadi baik saat keberangkatan maupun ketibaan kapal di kedua sisi dermaga.
Kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya jumlah armada yang beroperasi. Sejumlah kapal dijadwalkan menjalani perawatan atau docking pada September-Oktober 2026.
Salah seorang pengguna kapal Ro-Ro, Andi, mengatakan waktu tunggu penyeberangan bisa mencapai tiga jam. Kondisi itu semakin terasa karena cuaca sedang panas.
”Kondisi cuaca panas dan antrean penyeberangan cukup lama membuat kami sangat resah dan sempat kelelahan,” ujarnya, Selasa (7/9).
Memasuki pekan ketiga September, Kapal Swarna Putri dijadwalkan menjalani docking. Dengan demikian, untuk sementara layanan penyeberangan akan mengandalkan empat armada yang masih beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis Ardiansyah melalui Kepala Bidang Pelayaran Edi Kurniawan mengatakan, pihaknya telah mengatur jadwal docking agar tidak seluruh kapal menjalani perawatan secara bersamaan.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan penyeberangan tetap berjalan meskipun terdapat armada yang sedang menjalani perawatan.
”Ya, untuk bulan ini hanya satu armada yang melaksanakan docking, yaitu Swarna Putri. Jadi masih ada empat kapal yang beroperasi,” jelas Edi Kurniawan, Selasa (8/9).
Menurut Edi, pengaturan jadwal perawatan kapal menjadi hal penting karena lintasan Sungai Selari-Air Putih merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat dan kendaraan dari maupun menuju Pulau Bengkalis.
Sementara itu, Manager PT Jembatan Nusantara Bengkalis Muhammad Irfandi membenarkan Kapal Swarna Putri akan menjalani perawatan mulai 16 September 2026.
Ia menjelaskan, docking merupakan bagian dari kewajiban dalam operasional kapal. Perawatan tersebut dilakukan untuk memastikan armada tetap laik berlayar sekaligus memenuhi aspek keselamatan penumpang.(ksm)

