Categories: Bengkalis

Masih Banyak Permukiman dalam Kawasan Hutan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Abrasi akibat hempasan ombak laut di Selat Melaka maupun Selat Bengkalis, membuat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya prihatin. Untuk pengamanan garis pantai, Men-LHK melakukan penanaman pohon mangrove di Mangrove Education Centre Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Kamis (7/3).

Men-LHK Siti Nurbaya didampingi Frank Zacharias Robin Goldsmith, Minister Of The State For Overseas Territories, Commonwealth, Energy, Climate And Environment And Climate UK Mrs Medelaine Lucy Anne, Direktur Utama PT Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT RAPP Sihol Aritonang, Sekjen dan Dirjen dari KLHK RI juga disambut Wabup Bengkalis Bagus Santoso.

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menyampaikan, luas Kabupaten Bengkalis 603.747,97 hektare (Ha)  atau 69,85 persennya masih merupakan kawasan hutan. Sedangkan 260.561,11 hektare lainnya atau 30,15 persen di antaranya merupakan area penggunaan lainnya (APL).

“Maksudnya, dari luas wilayah tersebut masih terdapat beberapa persoalan di dalamnya, pertama masih banyak permukiman yang berada dalam kawasan hutan, kedua masih banyak fasilitas khusus dan fasilitas umum berada dalam kawasan hutan. Kondisi ini tentunya sangat menghambat kami Kabupaten Bengkalis dalam pembangunan ekonomi secara umum termasuk realisasi investasi,” jelas Bagus.

Sedangkan Men-KLH  Siti Nurbaya mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu dan menunjukkan aksi nyata di lapangan dalam menjaga lingkungan, sebagaimana komitmen presiden di tingkat global.

“Terkait abrasi pantai, sebenarnya saya sudah mengetahuinya, karena saya sudah keliling di Bengkalis ini, sudah tau kondisi fisiknya, mengetahui kondisinya seperti apa, saya juga mengetahui kondisi masyarakat dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata menteri, sudah ada kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat, di antaranya menciptakan hubungan masyarakat dengan hutan dalam perhutanan sosial, dan pihaknya akan segera menata hubungan antara masyarakat yang berada dalam konsesi.

Menteri juga menyebutkan, terkait tata kelola gambut seperti perhutanan sosial, semua ini sedang ditata.

Intinya bahwa masyarakat tidak boleh menjadi sulit, masyarakat harus bisa merasakan produksi dan harus bisa mendapatkan penerimaan sesuai perintah Presiden dan semua itu sedang dilakukan.

Juga akan dorong dunia usaha untuk ikut membantu secara tekhnis kepada masyarakat yang berada di sekitar areal gambut dan konsesi agar mereka juga berdaya dan berhasil.(gem)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

2 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago