dandim-0303-bengkalis-ajak-perusahaan-cegah-karhutla
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kondisi cuaca ekstrim dan panas trik dalam beberapa pekan terakhir ini, membuat semua pihak tetap waspada terhadap ancaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Untuk mencegah itu, tak hanya pemerintah kabupaten (Pemkab) Bengkalis, maupun pihak kepilisian, namun Komandan Kodim (Dandim) 0303/Bengkalis, Letkol Inf Endik Yunia Hermanto juga mengingatkan kepada seluruh sektor usaha perkebunan maupun perusahaan untuk ikut serta, berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menangkal bencana asap di Kabupaten Bengkalis.
Pernyataan tegas itu disampaikan Dandim 0303/Bengkalis saat bersilaturahmi dengan seluruh elemen pimpinan dan wakil perusahaan di Ballroom Hotel Grand Zuri, Kecamatan Mandau, Duri, Rabu (30/3) kemarin.
Dandim menegaskan, saat ini wilayah Indonesia, termasuk Riau dan Bengkalis di dalamnya tengah memasuki masa pancaroba alias peralihan musim.
Akibatnya tegas Dandim, cuaca tak menentu dan suhu yang meninggi membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin marak terjadi.
Hari ini (Rabu) saja, kata Dandim, sudah terjadi beberapa titik hotspot atau titik panas terdeteksi dari pencitraan satelit. Potensi titik api ini sangat berisiko menyumbang polutan berupa asap yang mencemari udara.
"Tentunya kalau sudah terjadi karhutla, tentu dampaknya, ancaman penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan gangguan organ pernapasan lainnya sangat rawan menyerang warga," ujarnya.
Dandim mengingatkan, bahwa bencana asap akibat karhutla adalah tanggung jawab bersama yang harus diseriusi oleh seluruh komponen bangsa di Negeri Junjungan dan Riau secara umum.
"Menangkal bencana asap dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama. Bukan semata tugas pemerintah daerah (Pemda) dan TNI/Polri saja, itu tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai satu kesatuan dalam masyarakat. Tak terkecuali pihak perusahaam yang ada dan beroperasional di Kabupaten Bengkalisi," tegas Endik.
Menurutnya, demi alasan kemanusiaan dirinya meminta setiap perusahaan dan pekerja di dalamnya, lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama mencegah kebakaran. Setiap orang, pihak maupun kelompok masyarakat yang melihat adanya titik api atau karhutla diminta untuk ikut berjibaku dalam pemadaman dan pendinginan.
Sebab jelas Dandim, jika api dibiarkan begitu saja, dampak kebakaran akan semakin meluas dengan potensi bencana asap yang semakin menggila dan tentunya mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.
"Ya, kita harus berkomitmen, kalau ada kebakaran, segera padamkan. Perusahaan harus ikut andil di dalamnya. Jangan diam saja, jangan beranggapan bahwa pemadaman kebakaran hanya tugas Pemerintah, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI/Polri dan instansi lainnya saja. Perusahaan juga ikut bertanggung jawab akan lingkungan di sekitarnya," harapnya.
Endik berharap, setiap elemen dari unsur Dinas Damkar, Manggala Agni KLHK RI, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemerintah, TNI/Polri dan setiap perusahaan dapat bersinergi mencegah karhutla dan meminimalisir potensi bencana asap.
"Mari bersama kita cegah karhutla, jangan sampai ada bencana asap lagi. Bersama kita pasti bisa, seluruh elemen bangsa harus terlibat di dalamnya. Jangan diam saja bila melihat ada api yang berpotensi menyebabkan kebakaran, segera padamkan," tegasya.(lim)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…
Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…
Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…
Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…
Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…