pengungsi-minta-pindah-ke-negara-ketiga
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seratusan pengungsi Afganistan yang ditempatkan di Pekanbaru kembali melakukan aksi demo. Mereka mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau, Selasa (26/7).
Para pengungsi ini melalukan aksi berjalan kaki mulai dari Arena Purna MTQ Pekanbaru sambil membawa sejumlah spanduk, aksi jalan kaki para pengungsi yang kebanyakan mengenakan rompi berwarna, sempat membuat lalu lintas padat merayap.
Dalam aksi di depan Kanwil Kemenkum HAM Riau, para pengungsi membentang spanduk serta melakukan orasi. Mereka menyampaikan keinginan mereka agar secepatnya ditempatkaan di negara ketiga.
Tidak lama, Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkum HAM Riau Achmad Brahmantyo Machmud, didampingi Kepala Rudenim Pekanbaru Yanto Andrianto mengundang para penungsi masuk ke dalam kantor untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Usai pertemuan yang juga dihadiri perwakilan UNHCR, Kepolisian dan Kesbangpol ini, Brahmantyo menjelaskan kondisi pengungsi di Indonesia saat ini. Menurutnya, pengungsi di Pekanbaru merupakan bagian kecil dari sekutar 13 ribu pengungsi yang ada di Indonesia saat ini.
"Secara statistik jumlah pengungsi di Indonesia saat ini mencapai 13 ribu. Sementara kuota keberangkatan ke negara ketiga hanya mencapai 900 orang per tahun. Kami meminta para pengungsi, mohon bersabar dan syukuri apa yang telah diberikan sampai saat ini. Selama menunggu, tolong jaga keamanan dan ketertiban di Indonesia, khususnya di wilayah Riau," ungkap Brahmantyo.
Kemenkum HAM menurut Brahmantiyo, tetap menampung keluhan para pengungsi. Dirinya memastikan, jumlah pengungsi di wilayah Riau telah mengalami penurunan.
Kemenkum HAM Riau menurutnya akan terus turut berusaha memenuhi hak para pengungsi untuk mendapat tempat yang bersedia menampung demi kelangsungan kesejahteraan hidup mereka sebagai manusia.
Sementara itu, Arif Alizada, perwakilan pengungsi menyampaikan unek-uneknya. Arif, yang merupakan satu dari lima perwakilan yang dibawa masuk untuk menyampaikan aspirasi, sudah hampir 10 tahun mereka berada di Riau tanpa ada kejelasan.
"Sebagai manusia yang memiliki hak asasi, kami hanya ingin menuntut hak kami agar dapat ditempatkan di negara ketiga. Sudah lebih dari 9 tahun di sini, sampai sekarang tidak ada jawaban dan tidak ada kepastian. Kami sudah capek dengan hidup yang tidak tentu dan tanpa hak seperti ini," kata Arif.
Usai aspirasi mereka diperdengarkan, para pengungsi membubarkan diri secara teratur. Kendati mengaku belum puas, namun mereka tetap berharap bisa cepat dapat kejelasan usai menggelar aksi dan menyampaikan pihak berwenang terkait pengungsi siang kemarin.(gem)
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
Menaker wajibkan BHR ojol dan kurir dibayar tunai minimal 25 persen, cair paling lambat tujuh…
Living World luncurkan My Living App, program loyalitas digital terintegrasi dengan promo, poin belanja, dan…
Gerakan Rakyat resmi jadi partai politik. Status Anies Baswedan belum diumumkan, fokus kini pada penyelesaian…
Disnaker Kota Pekanbaru tegaskan THR 2026 wajib dibayar penuh sebelum 8 Maret. Perusahaan dilarang mencicil,…
Sekolah di Kepulauan Meranti libur Idulfitri 16–29 Maret 2026. Kegiatan belajar kembali normal pada 30…
Sebanyak 3,4 hektare mangrove di Bengkalis dibabat untuk tambak udang. Warga khawatir abrasi pantai makin…