Categories: Riau

Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz Dimatangkan

(RIAUPOS.CO) — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memimpin rapat pematangan dan pelaksanaan program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Selasa (25/6) malam.

Sejumlah pihak terkait hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Bagian Kesra, MUI, Baznas, DPMD, Disporabudpar dan lainnya dengan tujuan pemaduan konsep dan pemodelan program tersebut.

Sebagai salah satu program prioritas, Bupati mengungkapkan, bahwa dirinya sangat serius untuk menerapkan program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz di Kabupaten Inhil. Oleh karenanya diperlukan sebuah konsepsi maupun model yang tepat.

Di depan peserta, bupati mengaku belum melihat model yang dimaksud. Dia mengemukakan sejauh ini program itu baru sebatas gagasan, belum tergambar sebuah konsep program yang begitu matang.

“Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang kita leburkan dalam program Desa Maju Inhil Jaya Plus Terintegrasi, mesti melibatkan seluruh pihak terkait,’’ jelasnya.

Artinya maksud Bupati, tak hanya Dinas PMD saja yang mengerjakan program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz.  Akan tetapi melibatkan pihak-pihak terkait. Di sanalah letak plus dan terintegrasinya.

“Bahkan, saya berpikir fokusnya bisa oleh Kemenag secara teknis karena mereka punya orang yang bisa diberdayakan sampai di tingkat desa,” sebutnya.

Hal lain yang disampaikan Bupati, pada tahap awal pelaksanaan, program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz dapat menjadi sebuah syiar di setiap desa untuk menumbuhkan semangat generasi muda terhadap Alquran.

“Tahap awal ini kita tidak bicara soal hasil, akan tetapi ingin mendorong generasi muda untuk lebih gemar terhadap Alquran,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati kembali menekankan, bahwa tidak menginginkan jalannya program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz pada tahun 2019 ini tanpa konsep dan model yang jelas. Ditegaskannya, agar program itu tepat pada sasaran.

“Ada kurikulumnya, ada silabusnya, instrukturnya. Termasuk siapa dan polanya seperti apa. Karena hal ini adalah kerja besar,” tutur Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati sempat menyinggung tentang keberadaan gedung Islamic Center. Dia mengatakan, penamaan gedung tersebut nantinya bukan lagi Islamic Center, melainkan Mahata Quran atau Mahata Tahfidz Quran.

Keberadaan Mahata Quran atau Mahata Tahfidz Quran itu dimaksudkan sebagai wadah pemusatan membaca quran bagi para tahfidz dan calon tahfidz. Anak-anak yang benar-benar bagus di tingkat desa dapat dibawa ke kabupaten.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

9 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

9 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

1 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

1 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago