TINJAU JALAN: Sekda Kuansing, Dr H Dianto Mampanini SE MT meninjau jalan masuk pasar Tradisional Berbasis Modern yang sedang dikerjakan PUPR Kuansing, Selasa (25/6/2019). (HUMAS PEMKAB KUANSING)
(RIAUPOS.CO) — DEMI percepatan pemindahan pedagang bekas pasar lumpur yang berjualan di trotoar depan pasar rakyat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing sudah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti air dan aliran listrik.
Salah seorang pedagang bernama Hasna, mengaku siap dipindahkan. Namun dirinya meminta pemerintah menyiapkan segala sesuatunya. Sebab, jika fasilitas di dalam pasar modern tidak lengkap, tentu para pedagang tidak bersedia.
"Kami bersedia asalkan fasilitas di dalamnya lengkap. Tidak mungkin kami mencari aliran listrik dan air untuk berjualan disana. Apalagi saya lihat jalan menuju pasar masih becek, bagaimana masyarakat mau masuk untuk belanja. Kami minta, selesaikan dulu," kata Hasna.
Menanggapi permintaan salah seorang pedagang tersebut, Sekretaris Daerah Kuansing, Dr H Dianto Mampanini SE MT saat dihubungi wartawan, Rabu (26/6) menyebutkan bahwa untuk air dan listrik sudah masuk. Sedangkan untuk fasilitas jalan saat ini sedang dalam pengerjaan.
"Ratusan pedagang sudah mulai diundi. Terutama untuk para pedagang ikan, ayam yang kami sebut los basah dan pedagang sayur serta ikan kering. Sedangkan untuk pedagang harian akan diundi dalam waktu dekat ini. Sedangkan untuk fasilitas air dan listrik, sudah terpasang," kata Dianto.
Dianto melanjutkan, jika melihat dari progres pekerjaan yang sudah dilakukan pihak terkait, Pemkab Kuansing menjamin tanggal 10 Juli sudah mulai berjualan. Dengan demikian, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan depan pasar rakyat.
"Kita sudah memanggil dan bersepakat dengan ketua dan para pedagang, bahwa sebelum aktivitas berdagang akan diawali dulu dengan melaksanakan doa bersama sebagai bentuk syukur kita. Nah, kita berharap proses ini berjalan lancar nantinya," harap Dianto.
Dengan dipindahkannya para pedagang yang berjualan di jalan umum tersebut, maka jalur dua yang dulunya digunakan masyarakat akan berfungsi kembali. Sehingga tidak ada lagi kemacetan di Kota Telukkuantan.
"Sebentar lagi kita akan mengadakan pesta akbar. Nah, dengan difungsikannya jalan tersebut, akan memudahkan masyarakat untuk akses menuju tepian Narosa. Selain itu, tujuan kita tentu untuk mempertahankan Adipura yang selama ini selalu kita raih," kata Dianto.(adv)
Pemprov Riau menyiapkan anggaran pembebasan lahan flyover Simpang Garuda Sakti. Ground breaking proyek direncanakan awal…
Pacific menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru, dorong pariwisata, gaya hidup sehat,…
Warga Balik Alam Mandau digegerkan penemuan pria 43 tahun yang ditemukan meninggal dunia tergantung di…
Pemkab Inhu menganggarkan Rp3 miliar pada 2026 untuk memperbaiki Jalan Pematang Reba–Pekan Heran yang rusak…
Pemkab Rohul memperkuat sistem merit dengan menerapkan manajemen talenta ASN dan meraih penghargaan BKN atas…
Empat pelajar SMA di Bangkinang terjaring patroli Satpol PP saat bolos sekolah. Petugas menegaskan tindakan…