BOBY RACHMAT
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau mulai menyusun pelaksanana penggabungan SMA Olahraga dengan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP). Dijadwakan, tahun ini semua hasil kajian penggabungan SMA Olahraga dan PPLP selesai, dan bisa dijalankan segera.
Kadispora Riau, Boby Rahmad mengatakan, wacana penggabungan SMA Olahraga dan PPLP Dispora Riau sudah dirancang pada tahun lalu. Bahkan, mulai tahun ini sudah dilakukan kajian, untuk menjadikan dua pembinaan olahraga di Provinsi Riau menjadi Sekolah Kejuruan Olahraga (SKO).
"Kami akan lakukan evalusi terhadap PPLP, karena ada rencana memadukan antara SMA Olahraga dan PPLP Riau. Jadi SMA kami usahakan bagaimana nanti sekolah kebakatan olahraga ini ada satu saja," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini penyusunan untuk integrasi sudah berjalan. Tinggal tim dari perumusnya menyusun tentang peleburan PPLP dan SMA Olahraga. Dimana tim tersebutlah yang akan melakukan rekomendasi cabang olahraga.
"Tim ini yang akan merekomendasi mana cabang olahraga yang masuk ke SKO," ujarnya.
Dijelaskan Boby, saat ini antara PPLP dan SMA Olahraga memiliki kesamaan cabang olahraga, dengan tujuan yang sama memperkuat tim Riau, dalam berbagai iven kejuaraan olahraga pelajar. Dan dalam pembinaannya hingga saat ini memiliki dua pola pembinaan. Untuk itu perlu dilakukan persamaan pembinaan, agar seluruh siwa bisa merasakan pendidikan yang sama.
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…