Categories: Riau

Ade Hartati: Anggaran Makan Anak Panti Dikurangi Pemprov Sepertiga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Forum Panti Asuhan Kabupaten Bengkalis menyatakan keberatan dengan anggaran makan sebesar Rp10 ribu per hari untuk satu anak. Keberatan itu disampaikan saat rapat dengar pendapat yang digelar Komisi V DPRD Riau bersama Dinas Sosial Provinsi Riau dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Senin (27/1/2020).

Bahkan, pihak forum juga merasa keberatan dengan mekanisme pembagian bantuan oleh pemprov. Di mana dalam satu panti, tidak semua anak yang mendapatkan jatah dari Pemprov Riau. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, hal tersebut dirasa sangat memberatkan para pengelola panti.

Demikian diceritakan Anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati kepada Riaupos.co usai rapat. Dikatakan dia, sesuai dengan regulasi yang ada, yakni UU No.23/2014 urusan terkait panti asuhan memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Memang dalam rapat tadi forum menyatakan keberatan dengan anggaran makan untuk anak panti dari pemprov. Yang mana cuman dianggarkan Rp10 ribu per anak untuk satu hari,” sebut Ade.

Lebih jauh disampaikan dia, sebetulnya Komisi V DPRD Riau telah mengusulkan anggaran makan anak panti asuhan sebesar Rp30 ribu. Namun oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bapeda), dikurangi sepertiganya. Menjadi Rp10 ribu saja.

“Komisi V mengusulkan bantuan makan untuk ananaknpanti sebesar Rp30 ribu per anak satu hari. Yang ternyata hal tersebut tidak disetujui oleh Bapeda Riau. Kalau saya rasa mungkin gubernur tidak tahu kondisi ini, mengingat beliau saat itu baru dilantik,” jelas Ade.

Dalam rapat dengar pendapat itu juga, secara tegas dirinya menyampaikan bahwa ke depan Pemprov Riau harus menentukan skala prioritas dalam mengukur setiap kebutuhan di masyarakat. Pihaknya berharap perencanaan yang menjadi ranah eksekutif, betul-betul memperhatikan kondisi daerah dan masyarakat.

“Jangan sampai perencanaan pembangunan yang direncanakan bersifat lips service semata. Sudah seharusnya pemerintah mengacu pada perencanaan yang berorientasi public service comunity dan jauh dari cari keuntungan,” pintanya.

Laporan: Afiat Ananda
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

2 jam ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

2 jam ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

2 jam ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

2 jam ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

6 jam ago

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

1 hari ago