Categories: Riau

Dua Kepala Sekolah Diperiksa Tim Kejagung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penanganan perkara dugaan pemerasan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri oleh oknum jaksa di Kejari Indaragiri Hulu berlanjut. Kali ini, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua orang kepala sekolah (kasek).

Pemeriksaan keduanya dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (24/8). Proses permintaan keterangan aparatur sipil negara (ASN) untuk melengkapi berkas perkara tiga oknum jaksa yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun tiga tersangka itu adalah Kepala Kejari Inhu Hayin Suhikto SH MH, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ostar Al Pansri SH, dan Kasubsi Barang Bukti Rionald Febri Rinando SH. Terhadap ketiganya, telah dilakukan penahanan selama 20 hari dalam tahap penyidikan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, Jakarta.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Hilman Azazi dikonfirmasi mengakui kedua kasek tersebut diperiksa masing-masing di Bidang Pidsus dan di Bidang Intelijen. "Ada dua orang (kasek yang diperiksa). Satu orang diperiksa di pidsus, satu lagi di intel," ungkap Hilman Azazi.

Pemeriksaan ini, berkaitan dengan tiga tersangka dugaan pemerasan 63 Kepala SMPN Negeri di Inhu. Namun, Hilman tidak bisa menyampaikan lebih jauh mengenai pemeriksaan tersebut lantaran perkaranya ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Kalau jelasnya saya tidak bisa (sampaikan) karena tim Kejagung yang memeriksanya," jelas mantan Kajari Ponorogo, Jawa Timur ini.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Riau, Taufik Tanjung SH juga mengakui, adanya pemeriksaan tersebut. Kedua kepala sekolah yang diperiksa adalah berinisial RS dan ES.

"Hari ini (kemarin, red) ada dua kepala sekolah yang diperiksa. Ini terkait penyidikan perkara tiga oknum jaksa," kata Taufik saat ditemuai di Kejati Riau.

Pada perkara ini, Kejaksaan Agung telah menjatuhkan sanksi hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan jabatan struktural terhadap enam pejabat di lingkungan Korps Adhyaksa Inhu. Selain itu, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP), diduga adanya peristiwa tindak pidana maka Bidang Pengawasan Kejagung menyerahkan penanganannya ke Bidang Pidsus Kejagung.

Atas permasahalan ini, maka jabatan Kajari Inhu tengah kosong. Sehingga, dilakukan penunjukan Plt Kajari untuk sementara waktu yakni Furkon Syah Lubis. Hal tersebut, agar pelayanan di Kantor Korps Adhyaksa Inhu dapat berjalan sebagaimana mestinya.(rir)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

7 jam ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

1 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

1 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago