Categories: Riau

Tanpa Papan Proyek, Pembangunan Jalan di Desa Tanjung Timbulkan Kepulan Debu

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Anggota DPRD Kampar asal Kecamatan Koto Kampar Hulu meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan Jalan di Desa Tanjung.

Dirinya mengaku semakin sering menerima keluhan masyarakat terkait proyek jalan desa yang menggunakan dana APBD Kampar 2019 itu. Apalagi, dirinya mendapati sendiri tidak tertera papan proyek disana.
’’Saya meminta kepada pemerintah untuk melanjutkan proyek ini. Selain itu, kalau aturannya harus ada papan proyek, maka kontraktor berkewajiban untuk memasangnya. Karena masyarakat juga berhak untuk mengetahui proyeknya apa, anggarannya berapa dan berapa besar anggarannya,’’ sebut Diski saat menjawab keluhan warga yang diterimanya.
Dia menilai, sudah selayaknya masyarakat Desa Tanjung mendapat kesejahteraan lebih lewat kualitas jalan yang lebih baik dari pemerintah Karena jalan itu menurutnya sudah lama kondisinya memperihatinkan.
Pembangunan jalan sepanjang 700 meter di tengah Desa Tanjung tersebut sempat tertunda dua tahun sejak 2017. Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal sebelumnya pernah menyebutkan, penundaan pengerjaan jalan tersebut karena terjadi defisit anggaran Kabupaten Kampar pada 2017.
Lalu pada 2018, pengerjaan tidak dilanjutkan karena tidak masuk dalam APBD. Baru pada tahun 2019 pengerjaannya dilanjutkan. Setelah masuk anggaran 2019, pada bulan Juli tanah base c dan kerikil mulai dicurahkan ke jalan sepanjang 700 meter tersebut. Namun, hanya sebatas itu saja.
Hingga lewat pertengahan bulan ini, belum ada perkembangan lebih lanjut. Masyarakat merasa kecewa. Selain proyeknya tidak jelas, karena tidak terpasangnya papan proyek, kini tanah timbunan jalan mulai menimbulkan debu. Hal ini juga dikeluhkan oleh salah seorang warga, Akhir (33).
Kini menurutnya, debu setiap hari berterbangan, padahal jarak jalan dengan rumah warga cukup dekat.
’’Sekarang, hampir sebulan lebih, kami tutup pintu dan jendela karena kepulan debu. Tidak ada lagi warga yang mau duduk-duduk santai di depan teras rumah, bisa kena ISPA kami,’’ sebut Akhir.
Akhir, bersama warga Desa Tanjung lainnya berharap pembangunan jalan ini segera dikerjakan agar masyarakat bebas debu dan menikmati jalan desa yang mulus. Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Kampar lebih serius memperhatikan Desa Tanjung sebagai ibuko kota kecamatan yang paling dekat dengan perbatasan Sumatera Barat maupun Rokan Hulu tersebut.
Laporan: Hendrawan Kariman
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

19 jam ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

19 jam ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

19 jam ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

21 jam ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

1 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago