Akses jalan utama menuju Desa Buluhcina terputus akibat banjir dampak meluapnya Sungai Kampar, Rabu (18/12/2019).(MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor, Jumat (20/12). Status siaga darurat ini berlaku selama sebelas hari ke depan seiring semakin meluas bencana banjir yang melanda Bumi Lancang Kuning. Kebijakan itu diputuskan setelah empat kabupaten yang terlebih dahulu menetapkan siaga darurat banjir dan longsor. Yakni Indragiri Hulu (Inhu), Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hulu (Rohul). Kondisi ini menjadi dasar bagi Pemprov Riau menetapkan status yang sama.
"Hari ini (kemarin, red), kami menerapkan status siaga darurat banjir dan longsor untuk tingkat Provinsi Riau," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya usai memimpin rapat penetapan status siaga darurat tersebut.
Status tersebut disampaikan Yan Prana terhitung mulai 20 Desember hingga 31 mendatang. Karena, saat ini ada 216 desa terendam banjir yang tersebar di enam kabupaten. Yaitu Rohul, Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), Inhu, Rokan Hilir (Rohil), dan Pelalawan. Sementara untuk bencana longsor terjadi di Rohul, yang mana bencana alam tersebut menelan tiga korban jiwa. Kemudian di Kecamatan Kampar Kiri Hulu material longsor menutupo ruas jalan akses utama yang menghubungan delapan desa dengan desa lainnya
"Riau ini termasuk provinsi rawan banjir dan longsor, karena ada empat sungai besar di Riau," kata mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto menyampaikan ada 11 titik daerah yang jalannya berpotensi longsor dan terendam banjir di Bumi Lancang Kuning. Yakni Simpang Batu Besurat-Muara Takus, Kabupaten Kampar berpontensi longsor. Ujung Batu-Rokan-Batas Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Rohul berpotensi longsor dan banjir.
"Dalu Dalu-Mahato, potensi jalan rusak karena banjir sekarang dalam tahap perbaikan sementara. Bagan Siapiapi-Teluk Piyai, Rohil potensi terendam banjir beberapa titik, Teluk Piyai, Kubu-Panipahan-Batas Sumut, potensinya terendam banjir," papar Dadang.
Berikutnya Dumai-Lubuk Gaung-Sinaboi, Kora Dumai potensi terendam banjir, Simpang Pramuka-Batas Siak berpotensi banjir pada daerah Jembatan Kelabau. Selanjutnya, Rengat-Kuala Cenaku-batas Inhil berpotensi banjir luapan Sungai Indragiri dan Lubuk Kandis-Pangkalan Kasai, Kabupaten Inhu potensinya banjir di beberapa titik.(rir)
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…
Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…
PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…
Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…
Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…
SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…