GUNTING PITA: Wabup Kuansing H Halim menggunting pita saat acara jalan santai keluarga besar Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Telukkuantan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung Ke-74 di Telukkuantan, Ahad (18/8/2019) lalu.
(RIAUPOS.CO) — Usai upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Ke-74 RI di Lapangan Limuno Telukkuantan, Sabtu (17/8), Wakil Bupati Kuansing H Halim beserta rombongan langsung mengunjungi Rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Telukkuantan.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup merasa prihatin saat melihat warga binaan Rutan Telukkuantan yang berdesakan didalam kamar yang berukuran kecil tersebut. Menurut Wabup, keadaan ini harus menjadi pelajaran dan menjadi hukuman jera bagi warga binaan untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
“Saya minta kepada masyarakat untuk selalu menjauhkan diri dan lingkungan dari kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum. Dan kepada warga binaan, saya berharap semoga bertobat setelah keluar nanti. Jadikanlah ruangan yang sempit ini sebagai pelajaran. Kedepan, kita akan koordinasi dengan semua pihak untuk lokasi Rutan Telukkuantan,” kata Halim kepada wartawan, Senin (19/8).
Ia bercerita saat berbincang dengan warga binaan, Halim menyebutkan hampir semua penghuni mengeluhkan sempitnya kamar yang menjadi tempat para warga binaan. Seperti janji Wabup saat memyampaikan sambutan, dirinya akan memberikan makan siang untuk seluruh warga binaan.
“Iya. Kemarin sudah dilaksanakan makan siangnya. Semoga dengan makan siang bersama kemarin, terjalin silahturahmi diantara para warga binaan dan pegawai Lapas,” tambah Halim.
Menangapi persoalan ini, Kepala Rutan Telukkuantan Abdul Rasyid Meliala saat dikonfirmasi wartawan mengakui hal tersebut. Menurut Meliala, jumlah warga binaan yang ada di Rutan Telukkuantan lebih kurang 500 orang. Jika dibandingkan dengan rutan yang ada di Riau, Kuansing termasuk over kapaaitas.
“Kita nomor dua over kapasitas setelah Rutan Bagansiapi-api. Untuk bayangan, kamar yang harusnya diisi enam orang, saat ini dihuni hampir 50 orang. Saat ini kita butuh lahan lebih kurang 5 hektare untuk pembangunan. Semoga pemerintah bisa menghibahkan lahan ini. Kalau sebelumnya, Pemkab Kuansing sudah menyiapkan lahan 2 hektare. Namun karena lokasiny akurang memungkinkan, makanya sedikit terkendala,” tutup Meliala.(adv)
Pemko Pekanbaru mulai mengoperasikan traffic light di Simpang Jalan Paus–Tuanku Tambusai untuk mengurai kemacetan dan…
Disnaker Pekanbaru menegaskan perusahaan wajib membayar gaji sesuai UMK 2026 Rp3.998.179 dan membuka layanan pengaduan…
Pengurus PSMTI Kepulauan Meranti periode 2025–2029 resmi dilantik dan menegaskan komitmen memperkuat peran sosial serta…
Komunitas Kawan-Kawan Gowes Rumbai memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan mengirimkan 10 peserta…
Dua saudara kandung asal Payakumbuh tewas di tempat setelah motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan…
Demokrasi Indonesia kembali diuji. Setelah Reformasi, bayang-bayang totaliterisme dan kemunduran kebebasan sipil mulai terasa.