Categories: Riau

Rapat dengan KI, DPRD Minta Saling Terbuka

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau melalui Komisi I, melakukan pertemuan ber­sama Ko­misi Informasi (KI) Provinsi Riau, Senin (18/7). Pertemuan ini dipimpin Ketua Komisi I Eddy A Mohd Yatim serta dihadiri anggota Komisi I dan komisioner dari KI. Di awal, dewan sempat memberi penjelasan terkait dengan tudingan KI yang mengatakan lembaga DPRD Riau tidak terbuka.

Menurut Eddy, ada persepsi yang berbeda mengenai keterbukaan informasi dengan tudingan pihak KI terhadap DPRD Riau. Di mana sebelumnya, salah seorang Komisioner KI menyebut bahwa DPRD dan Sekretariat tidak terbuka mengenai kegiatan yang ada. Termasuk dengan aktivitas kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Riau ke luar negeri. 

"Katanya kami DPRD, sekwan tidak terbuka dalam informasi. Kita sangat terbuka. Semuanya ada di website riau.go.id. Semua kegiatan DPRD Riau ada di situ, dimuat semua. Jadi apa yang dimaksud tidak terbuka itu?" tanya Ketua Komisi I DPRD Riau Eddy A Mohd Yatim.

Iapun kemudian menyinggung Peraturan Gubenur (Pergub) Nomor 23 tentang program satu data. Maka, berdasarkan Pergub dimaksud, semua kegiatan DPRD Riau dimuat kedalam satu website. Tidak sampai disitu, DPRD Riau dikatakan dia juga telah menyediakan sarana berupa website yang dikelola Humas DPRD Riau yang berisi informasi setiap kegiatan DPRD Riau.

"Semua kegiatan kita ada di situ. Hal-hal yang mungkin teknis tadi, kalau memang ada dipandang perlu, seperti PPID pembantu di sekwan kita akan minta segera dibuat," tuturnya.

Yang paling penting lagi, lanjut Eddy, DPRD tidak ingin dengan keterbukaan informasi bisa menghambat aktivitas lain. Karena memang banyak yang memanfaatkan itu. Ia mencontohkan saat ini banyak kepala desa yang ketakutan.

Karena ketika mendapat dana desa, banyak oknum yang datang mengaku wartawan maupun LSM untuk meminta data. Sehingga pekerja yang ada merasa tidak nyaman menyelenggarakan kegiatan.

"Di daerah seperti itu. Kepala desa ketakutan, mereka dapat ADD, masuk yang mengaku wartawan, mengaku LSM, semua minta data. Harus ada batasan. Kami siap kalau ada sosialisasi seperti itu, agar juga memang keterbukaan informasi ini menyamankan orang untuk bekerja. Bukan membuat orang takut," imbuhnya.

Di sisi lain, Eddy juga mempertanyakan keterbukaan informasi di lembaga KI sendiri. Karena selama ini, sebagai pengguna anggaran negara juga tidak banyak masyarakat mengetahui apa saja kegiatan dan kinerja yang telah dilakukan oleh KI Provinsi Riau. Termasuk pertanggungjawaban anggaran yang sudah digelontorkan untuk lembaga tersebut.

"Sama-sama terbukalah. Kita minta lah. Mereka juga menyajikan apa yang dilakukan. Sesuai kinerjanya, anggaran yang sudah dialokasikan di situ," ungkapnya.(nda)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

20 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

22 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

22 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

23 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

23 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

23 jam ago