Categories: Riau

Lalai Jaga Area Konsesi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo mengakui, ada sejumlah perusahaan yang diduga terlibat tindak pidana karhutla di Bumi Lancang Kuning. Namun, baru satu perusahan yang ditetapkan sebagai tersangka korporasi.

"Kami sudah tetapkan PT SSS sebagai tersangka. Akan menyusul (perusahaan) yang kedua," kata Widodo beberapa hari lalu.

Dikatakan jenderal bintang dua, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dinilai lalai menjaga area konsensi miliknya. Kondisi tersebut, menyebabkan lahan seluas 150 hektare yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan hangus terbakar pada Februari 2019. PT SSS ditetapkan tersangka, lanjut Kapolda Riau, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum dibantu Polres Pelalawan dan menyertakan keterangan ahli di dalamnya. Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi alat bukti untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. "Perkara ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan," jelasnya.

Ditegaskannya pula, Polda Riau berserta jajaran tidak bisa diintervensi serta di didikte oleh siapa pun dalam penegakan hukum kasus Karhutla di Bumi Melayu. Dalam kesempatan itu, Widodo juga menyampaikan, faktor penyebab karhutla yang tengah terjadi di Bumi Melayu. Menurut dia, hal itu disebabkan adanya unsur kesengajaan oleh manusia, karena membakar lahan merupakan cara yang murah, mudah, efisien dan efektif untuk membuka lahan. Selain itu, cara tersebut juga menghemat biaya dan memudahkan pembersihan lahan.

"Kita sering menyalahkan faktor alam, berdasarkan penelitian kemungkinan itu sangat kecil, hanya 1 persen. Artinya faktor manusia lebih besar. Faktor kesengajaan ulah manusia lebih besar, faktor manusia itu mencapai 90 persen," jelas mantan Dir Lantas Polda Kepri itu.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riaupos.co
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

19 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

22 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

23 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

24 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

24 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

24 jam ago