Categories: Riau

Riau Belum Merdeka Asap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan hari  ulang tahun (HUT) kemerdekaan. Mulai dari kota hingga ke desa-desa. Sebagai bukti Indonesia negara berdaulat yang telah terbebas dari belenggu penjajahan kolonial.

Namun, merdeka dalam arti sesungguhnya belum semuanya dirasakan. Salah satunya Riau. Yang paling dirasakan masyarakat Bumi Lancang Kuning saat ini, belum "merdeka" dari kabut asap, dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah. Memang dua tahun terakhir, Riau bisa dikatakan merdeka dari kepungan kabut asap. Namun tahun ini, hingga pertengahan Agustus, sudah lebih dari 5 ribu hektare (ha) hutan dan lahan terbakar di Riau dan menyebabkan kabut asap. Akibat kabut asap itu, belasan ribu warga Riau juga sudah terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Persoalan kabut asap akibat karhutla itu, juga sudah menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Di tahun pertamanya menjabat Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi mengaku sudah mempunyai strategi untuk melakukan penanggulangan dan pencegahan karhutla mulai tahun ini dan untuk tahun depan.

"Kami sudah mencermati kejadian karhutla di Riau ini. Salah satu penyebabnya perambahan hutan yang tidak ada tinjak lanjut dari pihak berwenang. Karena begitu, akhirnya para perambah itu menanam tanaman seperti sawit. Begitu seterusnya," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya sudah sepakat membentuk tim yang terdiri dari kejaksaan, kepolisian, TNI, BPN dan juga Kanwil Pajak. Tim inilah yang nantinya menindaklanjuti temuan perkebunan ilegal yang juga sudah menjadi rekomendasi DPRD Riau termasuk diketahui pihak KPK seluas 1,2 juta hektare.

"Untuk itu kami mohon dukungan dari semua kalangan supaya bisa menyelesaikan persoalan ini. Termasuk pihak perusahaan yang ada di Riau, kami tidak segan akan menindak perusahaan yang terbukti terjadi karhutla di wilayahnya. Mudah-mudahan dengan langkah ini, karhutla tidak akan ada lagi di Riau," sebut Syamsuar.

Sementara itu, Penjabat Sekda Provinsi Riau Ahmad Syah Harrofie mengatakan, pada 2020 pihaknya juga sudah diminta Gubernur Riau untuk menambah biaya yang bisa digunakan untuk penanggulangan dan pencegahan karhutla. Dana tersebut saat ini sedang dibahas di DPRD Riau.

"Kalau tahun 2019, biaya tidak terduga (BTT) yang tersedia dan dapat digunakan untuk keadaan darurat seperti karhutla Rp10 miliar. Kalau untuk tahun depan, sedang dibahas di DPRD Riau, untuk angkanya kemungkinan bisa bertambah," jelasnya.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riaupos.co
Editor Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Brazil adalah Brazil, Ancelotti Tetaplah Don Carlo

Carlo Ancelotti mulai menunjukkan sentuhan pragmatis bersama Brazil. Kini Selecao bersiap menghadapi ancaman Erling Haaland…

5 jam ago

Pecah Rekor 10 Tahun, Kafilah Inhu Sukses Tembus 4 Besar MTQ Riau 2026

Kafilah Inhu mencetak sejarah dengan finis di peringkat IV MTQ Riau 2026. Prestasi terbaik dalam…

5 jam ago

Bertemu Sahabat Lama, Rifat Sungkar Dukung Penuh Pengembangan Kota Pekanbaru

Rifat Sungkar menyatakan siap membantu Pemko Pekanbaru mewujudkan pembangunan sirkuit otomotif dan mendukung berbagai program…

5 jam ago

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

2 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

2 hari ago