GAJAH LATIH: Tim Balai Besar KSDA Riau menunggangi gajah latih yang digunakan untuk menggiring empat gajah liar di Kecamatan Peranap menuju Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Ahad (16/6/2019).
(RIAUPOS.CO) — Tim Balai Besar KSDA Riau bersama pihak terkait lainnya sudah berhasil menggeser empat ekor gajah liar dari kawasan Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu ke arah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Bahkan hingga Ahad (16/6), diperkirakan sekitar delapan kilometer lagi mencapai kantong habitat gajah liar di TNTN.
Kepala Wilayah I Balai Besar KSDA Riau Andri Hansen Siregar ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mengalami berbagai kendala dalam penggiringan empat ekor gajah liar. “Selain semak belukar yang padat, saat penggiringan sempat diguyur hujan,†ujar Andri Hansen Siregar, Ahad (16/6).
Seperti pada Sabtu (15/6) sejak pukul 04.00 hingga 12.15 WIB tim terkendala hujan. Akibatnya, tim hanya dapat melakukan aktivitas pemantauan keberadaan gajah liar dari kejauhan.
Tim baru dapat melakukan aktivitas lanjutan setelah pukul 13.00 WIB atau selepas makan siang dalam keadaan hujan gerimis. Dimana tim memulai penghalauan, menggunakan metode sergap halau dengan formasi satu baris.
Sedangkan dua ekor gajah latih yang dilibatkan dalam penggiringan itu berada di tengah. Sementara tim berada di sayap kiri sebanyak 12 orang dan sebanyak 30 orang berada di sayap kanan gajah latih. “Formasi ini dilakukan dengan cara menyisir kebun karet tua yang tidak terawat secara bersamaan,†ungkapnya.
Formasi yang dilakukan ini agak beresiko tinggi. Sehingga dalam prosesnya hanya dapat dilakukan sekitar lebih kurang satu jam 20 menit dan tim sayap kiri dapat menemukan gajah liar serta tim segera menyergap dan menghalau.
Namun gajah liar berlari mengarah ke permukiman padat penduduk. Dengan kondisi itu, tim sayap kanan segera menghalau sambil mengarahkan gajah liar pada jalur penghalauan yang telah direncanakan.
Ketika gajah liar berbelok, tim dengan cepat mengambil celah di antara petugas sayap kiri hingga gajah liar kembali memasuki kebun karet tua. Akibatnya, tim kembali kehilangan jejak. “Tim kembali berupaya mencoba dengan cara yang sama hingga pukul 18.10 WIB namun tidak membuahkan hasil,†tambahnya.
Tim terus berupaya dengan menempatkan gajah latih ke sisi utara kebun karet tua pada pukul 18.30 WIB. Upaya ini dilakukan untuk memancing gajah liar mendekati gajah latih. Bahkan, di sekitar gajah latih yang ditambatkan diberikan bekal pakan yang banyak, hingga pukul 22.00 WIB gajah liar mulai mendekati gajah latih.
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…