Categories: Riau

Lulusan SMA Bisa Daftar Sekolah Kedinasan dan CPNS

JAKARTA, (RIAUPOS.CO) – Tahun ini, pemerintah memperluas kesempatan kepada masyarakat lulusan SMA/sederajat yang ingin menjadi ASN. Mereka, diizinkan mendaftar melalui dua jalur sekaligus yakni, sekolah kedinasan maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kabar baik tersebut dibenarkan oleh Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Teguh Widjinarko, Jumat (16/4). Dia menjelaskan bahwa pada dasarnya, sekolah kedinasan memang memerlukan pegawai yang berijazah SMA.

"Sedangkan untuk formasi CPNS dan PPPK, jumlahnya sangat terbatas untuk mereka yang lulusan SMA," tegas Teguh. Karena itu, dia meminta kepada seluruh calon pelamar yakin dengan pilihan yang sudah diambil. Baik itu saat memilih mendaftar sekolah kedinasan maupun seleksi CPNS dan PPPK.

Selain dikarenakan kuota yang menipis, pelamar juga hanya bisa memilih satu sekolah kedinasan. "Nah, di seleksi CPNS dan PPPK juga demikian. Pelamar hanya bisa memilih satu formasi," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, ada rentan waktu antara pendaftaran seleksi sekolah kedinasan dan seleksi CPNS serta PPPK. Sebagaimana diketahui, pendaftaran sekolah kedinasan yang masih berlangsung sejak 9-30 April mendatang.

Sementara pendaftaran CPNS dan PPPK baru akan dibuka bulan depan. Bahkan sampai sekarang, jumlah formasi dan persyaratan seleksi CPNS dan PPPK untuk formasi lulusan SMA belum diumumkan.

"Kalau mendaftar sekolah kedinasan, lebih baik fokus dulu dengan prosesnya. Percaya sama pilihan sendiri. Jangan lupa ikhtiar, doa, dan usahanya. In sya Allah hasilnya baik," kata Teguh.

Sebelumnya, Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo pernah mewanti-wanti kepada masyarakat terhadap praktik percaloan. Pasalnya, banyak oknum yang masih bergentayangan setiap tahunnya guna mencari mangsa. Apalagi, saat pembukaan seleksi CASN. "Pasti mereka (calo, red) ada di mana-mana. Ini saya kira setiap tahun pasti ada," tegasnya.

Demi meminimalisir itu, pihaknya telah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi. Baik di tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) maupun seleksi kompetensi bidang (SKB). Dengan begitu, proses seleksi akan jadi lebih transparan dan akuntabel.(shf/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

7 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

7 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

7 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

10 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

1 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

1 hari ago