Categories: Riau

9.970 Warga Terserang ISPA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saat ini jumlah masyarakat Riau yang menderita penyakit ISPA terus meningkat. Sejak Juli hingga Agustus 2019, jumlah masyarakat yang menderita ISPA mencapai 9.970 orang. Jumlah ini diperoleh Riaupos.co dari data yang direkap di masing-masing dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Selain terserang ISPA, masyarakat juga terserang penyakit lainnya, yakni iritasi pada mata, iritasi kulit, asma dan pneumonia. Seperti di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sebanyak 812 warga terkena ISPA, di antaranya 126 penderita ISPA terbanyak di Kecamatan Kabun, Rambah Samo 97 orang dan Ujung Batu 68 orang. Sedangkan dampak kabut asap kiriman itu, masyarakat yang terkena iritasi mata se-Rohul 45, asma 26, 1 pneumonia dan 57 iritasi kulit.

Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono kepada Riaupos.co menyebutkan, data ISPA tersebut hasil laporan yang disampaikan puskesmas, bidan desa, petugas pustu dan poskesdes se-Rohul yang setiap hari di update secera keseluruhan oleh Diskes Rohul dari tanggal 6-14 Agustus.

“Saat ini kualitas udara di Rohul bercampur asap, dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, karena beberapa hari lalu, dari laporan yang kita rangkum hanya 239 penderita ISPA ditemukan. Namun kini sudah meningkat menjadi 812 warga terkena penyakit ISPA,” ujarnya,  Rabu (14/8).

Di Kabupaten Pelalawan, warga yang terserang ISPA sebanyak 2.438  orang. Hal tersebut dipaparkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pelalawan H Asril SKM MKes. Dia mengatakan, dalam berapa hari terakhir, dampak kabut asap telah menyebabkan meningkatnya penyakit ISPA yang sangat dikeluhkan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mengalami batuk dan pilek, pneumonia, asma, iritasi mata dan iritasi pada kulit.

“Ya, perhari saja, masyarakat yang terjangkit ISPA terus bertambah sebanyak ratusan orang. Khususnya pada Agustus ini, ada sebanyak 700 orang penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan yang menjadi urutan tertinggi penyakit di Kabupaten Pelalawan. Penyakit ini mendominasi di Langgam sebanyak 300 kasus. Kemudaian di Kecamatan Pangkalankerinci 250 kasus dan sisanya tersebar di 10 kecamatan lainnya,” ujar Asril.

Selain itu, lanjut Sekretaris Diskes Pelalawan ini, dampak kabut asap juga menyebabkan terjadinya peningkatan penyakit iritasi mata sebanyak 89 orang dan penyakit asma 17 orang serta penderita iritasi kulit 43 orang.

“Terakhir penyakit pneumonia dengan jumlah sebanyak 106 kasus,” paparnya.

Di Kabupaten Indragiri Hilir, jumlah warga yang terserang ISPA juga cukup tinggi, terhitung 1-13 Agustus 2019, sebanyak 735 orang. “Kami mengindentifikasi ada 735 kasus ISPA, akibat kabut asap yang timbul dari karhutla,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil H Zainal Arifin, Rabu (14/8) malam.
Kemudian, posisi kedua adalah penyakit diare, sebanyak 169 kasus. Baru disusul iritasi kulit, 68 kasus dan asma 56 kasus. Sedangkan posisi ke lima iritasi mata 24 kasus dan terakhir, pneunomia sebanyak 1 kasus.

Demikian juga di Kepulauan Meranti, penderita ISPA dampak dari kabut asap dari awal hingga pekan kedua Agustus 2019 terdapat 156 kasus.

“Jumlahnya 156 kasus. Khusus ISPA dampak dari kabut asap karhutla. Jumlah tersebut dipantau dari 1-14 Agustus 209 ini dari enam puskesmas,” ujar Kabid Yankes drg Novi Indriyani.

Ditanya apakah ada kebijakan khusus terhadap penderita ISPA untuk mendapatkan pelayanan secara gratis dari pemerintah daerah setempat, Novi mengaku belum menerima instruksi terkait dari pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Meranti.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru M Amin menyebutkan, di Kota Pekanbaru penderita ISPA berada di kisaran angka 1.600-an orang. Hingga kini peliburan siswa sekolah belum dilakukan.

“Rapat di provinsi, intinya tetap mengacu pada kondisi ISPU, sekarang masih dalam posisi sedang.  Kalau dalam kondisi tidak sehat, yang rentan terhadap itu diistirahatkan,” kata dia.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riaupos.co
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

19 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

20 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 hari ago