Categories: Riau

Punya Tiket, tapi Tak Bisa Berangkat

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Enam hari pasca Idulfitri 2019 (H+6), penumpukan penumpang mewarnai Pelabuhan Tanjung Harapan Kepulauan Meranti. Petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Ade Kurniawan membeberkan penumpukan terjadi dampak dari besarnya jumlah penumpang dari Riau daratan menuju Kepulauan Riau (Kepri).

“Meranti jalur transit antara Riau daratan dan Kepri. Sementara jumlah penumpang dari Dumai dan Bengkalis menuju Kepri penuh. Dampaknya, terjadi penumpukan penumpang di Meranti yang menuju ke Kepri,” ungkapnya.

Walaupun jumlah penumpang saat ini tidak sepadat H+3  yang didata sebanyak 5.773 orang penumpang turun dan naik. Namun Ade merasa jumlah penumpang kemarin tidak berbeda jauh dengan puncak arus balik akhir pekan lalu.

“Memang kondisi seperti ini belum pernah terjadi. Besar kemungkinan akibat kabar dari mahalnya harga tiket pesawat, sehingga masyarakat memilih balik menggunakan kapal laut ketimbang menggunakan pesawat,” ujarnya.

Selain penumpukan penumpang, arus balik Idulfitri tahun ini juga berdampak kepada calon penumpang yang telah memiliki tiket, namun tidak diizinkan berangkat. Menurut Ade, kondisi tersebut sempat dialami hampir seratusan calon penumpang akibat para porter agen tiket yang menjual tiket melebihi dari kapasitas kapal. Padahal jauh sebelum ini pihaknya telah mengimbau kepada seluruh agen tiket untuk tidak menjual tiket melebih kapasitas muatan.

“Bandel. Ya, terimalah sanksi moral dari calon penumpang yang komplain. Tugas kami mengawasi saja. Kalau tidak layak berangkat atau melebihi kapasitas tentu tidak kami izinkan berangkat,” ujarnya.

Adapun salah seorang calon penumpang yang sempat komplain tersebut adalah Zulkhaidir. Saat ditemui di pelabuhan, semula dia mengatongi tiket Kapal Kurnia tujuan Buton. Namun setelah menunggu lebih kurang dua jam, ia tidak diizinkan naik ke kapal, karena muatan kapal sudah penuh.

“Kalau memang tak bisa naik kapal,  kenapa tiket masih dijual.  Kami juga sampai dibentak-bentak di pelabuhan, “ ujarnya.

Semula ia berencana naik Dumai Ekspress tujuan Buton.  Karena tiketnya sudah habis, ia terpaksa membeli tiket speedboat Kurnia yang katanya masih bisa muat.

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

8 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

10 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

10 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

10 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

10 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

10 jam ago