Categories: Riau

80 Persen Penderita Hepatitis Berusia Muda

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Penyakit menular hepatitis B masih mewabah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Penderita tersebar dibeberapa kecamatan.  Sejauh ini, dari data yang dilansir  Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 12 orang penderita penyakit tersebut.

 

"Hingga saat ini terdapat 12 penderita hepatitis B. Yang kita khawatirkan jika ada penderita, tapi mereka sendiri tidak tau. Karena penularannya sangat cepat," ungkap Kepala Bidang Pegendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Diskes

Meranti, Muhammad Fakhri, Senin (11/11).

Jumlah penderita tersebut hasil dari identifikasi Diskes terhadap 1,071 orang warga yang tersebar di beberapa kecamatan. Menurutnya kalangan masyarakat yang dicek oleh Diskes, mulai dari siswa-siswi sekolah, dan ibu hamil.

"Walupun demikian kami akui pengecekan yang kami lakukan belum menyeluruh. Karena kami masih mengalami keterbatasan. Yang paling kita khawatirkan terjangkit penyakit ini adalah ibu hamil. Karena bisa menularkan kepada janinnya," tambahnya.

Dijelaskan Fahri lagi, penderita yang telah terjangkit akan diisolasi sebagai upaya antisipasi. Pasalnya penyakit tersebut sangat mudah menjangkit. Bahkan menurutnya, lewat keringat dan air mata yang mengenai bekas luka saja bisa terjangkit.

"Kalau tangan kita terluka, dan bersalaman dengan penderita hepatitis B yang tangannya sedang berkeringat bisa ditularkan. Jadi, selain bersalaman harus menggunakan sarung tangan, mulut juga wajb memakai masker jika sedang bersama penderita,"katanya.

Sekretaris Diskes, Asrul Meldi menjelaskan bahwa hepatitis B adalah penyakit infeksi. Virus ini menyerang hati sehingga menyebabkan peradangan dan menimbulkan terjadinya gejala penyakit.

Infeksi hepatititis B dapat terjadi secara berkepanjangan (kronis) maupun tiba-tiba (akut). Infeksi yang kronis dapat menyebabkan pengerasan (sirosis) hati dan kerusakan hati yang berat.

Dikatakan Asrul lagi, 80 persen penderita hepatitis di Meranti berusia muda, selebihnya balita dan orang tua. 70 persen pasien mati karena gejala dan komplikasi infeksi hepatitis B setiap tahunnya.(wir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

2 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago