angka-stunting-di-riau-terus-menurun
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi Riau Riau menerima penghargaan hasil penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting, pada wilayah Regional I. Penghargaan diterima oleh Wakil Gubenur Riau Edy Natar Nasution di Hotel Gammara Makassar, Kamis (7/7).
Pemprov Riau dinilai sangat konsisten dalam menyelesailan permasalahan stunting, bahkan penanganan stunting sudah menjadi tugas bersama, yakni bagaimana bisa menurunkan angka stunting di masing-masing daerah.
Berdasarkan data, setiap tahunnya angka stunting di Riau mengalami penurunan. Ini dapat dilihat dari 2013 angka stunting 36,8 persen, kemudian 2018 yaitu 27,4 persen, 2019 ini turun menjadi 23,95 persen dan terakhir 2021 yaitu sebesar 22,3 persen.
Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2024, angka stunting sudah mencapai 14 persen dengan rata-rata penurunan sebesar 2,7 persen per tahun.
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi menjelaskan, sesuai arahan Presiden, 2022 ini prevalensi stunting di Indonesia harus diturunkan setidaknya menjadi 3 persen melalui intervensi spesifik dan sensitif.
"Tujuan dari penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur tingkat penilaian kinerja pemerintah kabupaten/kota, dalam pelaksanaan 8 delapan aksi konvergensi penurunan stunting," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, mulai dari memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 delapan aksi konvergensi penurunan stunting, mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 delapan aksi konvergensi penurunan stunting, serta mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 delapan aksi konvergensi penurunan stunting.
"BKKBN sebagai ketua pelaksana TPPS pastinya perlu didukung oleh kita semuanya, intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran," imbuhnya.
Oleh karenanya, untuk mewujudkan Indonsia Zero Stunting pada 2024 mendatang, Teguh menyebut diperlukan sinergi dari seluruh elemen terkait, mulai dari sektor pemerintahan, Tim Penggerak PKK termasuk unsur masyarakat.
"Dengan demikian diharapkan pelaksanaan aksi penurunan stunting dapat lebih optimal dan konkret, guna kemajuan generasi bangsa Indonesia yang lebih baik ke depannya," tutur Teguh.
Sementara Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution berterima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan. Dikatakannya, Pemprov Riau sangat serius dalam hal penanganan stunting ini, capaian target stunting 14 persen pada 2024, sebagaimana yang ditekankan presiden Jokowi menjadi perhatian serius pihaknya.
"Koordinasi yang dilakukan secara terus-menerus dengan kabupaten/kota yang ada di Riau dalam rangka mengejar target capaian, sudah menjadi komitmen bersama, dan itu merupakan kata kunci dalam mencapai keberhasilan, " jelas Wagub.(ade)
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.