Minggu, 12 Juli 2026
- Advertisement -

HUT Riau Ke-68, Gubri Abdul Wahid Resmikan Pekan Budaya Melayu Serumpun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid resmi membuka Pekan Budaya Melayu Serumpun di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kamis (7/8), sebagai bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi Riau.
Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ajang memperkuat ingatan akan kejayaan dan warisan peradaban Melayu yang telah mengakar di bumi Lancang Kuning.

“Pekan Budaya Melayu Serumpun ini mengingatkan kita bahwa di tanah Melayu Riau telah tumbuh berbagai kejayaan,” ujar Gubri. Ia menekankan pentingnya generasi muda mengenal akar sejarah, termasuk melalui pameran barang-barang peninggalan kesultanan.

Budaya Melayu di Riau, lanjutnya, memiliki keterkaitan erat dengan wilayah lain di kawasan Selat Melaka. Konsep “Riau Rumah Rumpun Melayu” pun diangkat untuk menjaga persatuan budaya lintas batas. “Kita ingin masyarakat tak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku pelestari budaya,” tegasnya.

Baca Juga:  Rp50 Juta untuk Jemput 30 Kg Sabu

Salah satu daya tarik terbesar adalah pameran peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, termasuk mahkota raja yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Riau setelah lebih dari 80 tahun tersimpan di Museum Nasional. Selain itu, ada medali kebesaran, pedang kerajaan, dan benda pusaka lainnya yang menjadi simbol kekuasaan di masa lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Riau sekaligus Ketua Panitia, Roni Rahmat, menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama, jumlah pengunjung melampaui target, bahkan menarik wisatawan dari provinsi lain dan Malaysia. “Ini momentum bagus untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya di Riau,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, Roni optimistis acara ini akan menjadi agenda tahunan yang dinanti, sekaligus memperkuat upaya kolektif melestarikan budaya Melayu.(sol)

Baca Juga:  KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif, Marjani Bantah Terlibat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid resmi membuka Pekan Budaya Melayu Serumpun di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kamis (7/8), sebagai bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi Riau.
Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ajang memperkuat ingatan akan kejayaan dan warisan peradaban Melayu yang telah mengakar di bumi Lancang Kuning.

“Pekan Budaya Melayu Serumpun ini mengingatkan kita bahwa di tanah Melayu Riau telah tumbuh berbagai kejayaan,” ujar Gubri. Ia menekankan pentingnya generasi muda mengenal akar sejarah, termasuk melalui pameran barang-barang peninggalan kesultanan.

Budaya Melayu di Riau, lanjutnya, memiliki keterkaitan erat dengan wilayah lain di kawasan Selat Melaka. Konsep “Riau Rumah Rumpun Melayu” pun diangkat untuk menjaga persatuan budaya lintas batas. “Kita ingin masyarakat tak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku pelestari budaya,” tegasnya.

Baca Juga:  Tambah 5 Kasus Baru, Total 106 Kasus Positif di Riau 

Salah satu daya tarik terbesar adalah pameran peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, termasuk mahkota raja yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Riau setelah lebih dari 80 tahun tersimpan di Museum Nasional. Selain itu, ada medali kebesaran, pedang kerajaan, dan benda pusaka lainnya yang menjadi simbol kekuasaan di masa lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Riau sekaligus Ketua Panitia, Roni Rahmat, menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama, jumlah pengunjung melampaui target, bahkan menarik wisatawan dari provinsi lain dan Malaysia. “Ini momentum bagus untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya di Riau,” ujarnya.

- Advertisement -

Dengan dukungan berbagai pihak, Roni optimistis acara ini akan menjadi agenda tahunan yang dinanti, sekaligus memperkuat upaya kolektif melestarikan budaya Melayu.(sol)

Baca Juga:  Achmad Desak Menkumham Turun Langsung ke Riau
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid resmi membuka Pekan Budaya Melayu Serumpun di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kamis (7/8), sebagai bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi Riau.
Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ajang memperkuat ingatan akan kejayaan dan warisan peradaban Melayu yang telah mengakar di bumi Lancang Kuning.

“Pekan Budaya Melayu Serumpun ini mengingatkan kita bahwa di tanah Melayu Riau telah tumbuh berbagai kejayaan,” ujar Gubri. Ia menekankan pentingnya generasi muda mengenal akar sejarah, termasuk melalui pameran barang-barang peninggalan kesultanan.

Budaya Melayu di Riau, lanjutnya, memiliki keterkaitan erat dengan wilayah lain di kawasan Selat Melaka. Konsep “Riau Rumah Rumpun Melayu” pun diangkat untuk menjaga persatuan budaya lintas batas. “Kita ingin masyarakat tak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku pelestari budaya,” tegasnya.

Baca Juga:  Majelis Hakim Sudah Ditunjuk, Sidang Abdul Wahid Dimulai 26 Maret

Salah satu daya tarik terbesar adalah pameran peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, termasuk mahkota raja yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Riau setelah lebih dari 80 tahun tersimpan di Museum Nasional. Selain itu, ada medali kebesaran, pedang kerajaan, dan benda pusaka lainnya yang menjadi simbol kekuasaan di masa lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Riau sekaligus Ketua Panitia, Roni Rahmat, menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama, jumlah pengunjung melampaui target, bahkan menarik wisatawan dari provinsi lain dan Malaysia. “Ini momentum bagus untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya di Riau,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, Roni optimistis acara ini akan menjadi agenda tahunan yang dinanti, sekaligus memperkuat upaya kolektif melestarikan budaya Melayu.(sol)

Baca Juga:  Calon Dirut dan Dewan Pengawas PD Tunggu Tes Wawancara 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari