TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Ditengah-tengah kesibukan bupati Kuansing, Drs H Mursini MSi menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekah, beliau masih menyempatkan diri untuk bersilahturahmi. Salah satunya dengan mantan Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto SH SIK.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri tokoh masyarakat Kuansing di hotel 121 atau hotel Luluat Al Nadir, Mekah, Rabu (7/8), bupati saling bertukar pikiran dengan mantan Kapolres Kuansing yang sekarang menjabat sebagai Wadirkrimsus Polda Riau.
“Iya. Setelah beberapa lama tidak bertemu, akhirnya saya bertemu dengan pak Fibri. Ternyata kami dipertemukan di tanah suci ini. Semoga menjadi pertemuan yang mendapatkan keberkahan. Kami banyak bercerita tentang keamanan dan tindak lanjut Pekat yang ada di Kuansing,” kata Mursini.
Mursini juga meminta masukan kepada Fibri Karpiananto tentang segala kegiatan masyarakat yang sudah mulai masuk ke ranah hukum. Sebab, dengan kacanggihan zaman, Mursini khawatir masyarakat Kuansing akan terpengaruh dengan tawaran dan ajakan melalui media sosial.
“Yang saya takutkan adalah generasi muda yang mulai terjerumus dengan narkoba. Ini yang harus kita awasi bersama. Bukan tanggungjawab pihak kepolisian saja, namun lebih dititik beratkan kepada keluarga. Awasi dan tetap pantau kegiatan anak,” pinta Mursini.
Mantan Kapolres Kuansing yang sekarang menjabat sebagai Wadirkrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto SH SIK saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Kamis (8/8) mengatakan bahwa pertemuan itu hanya silahturahmi.
“Saya sengaja datang ke hotel dimana pak bupati menginap. Kami hanya bercerita tentang Kuansing. Apalagi sekarang dibeberapa daerah marak pembalakan liar, PETI dan Korupsi. Untuk PETI dan pembalakan liar, ini harus menjadi tugas bersama. Bahkan ninik mamak dan masyarakat adalah ujung tombak pemberantasan Pekat yang terjadi di daerah,” kata Fibri Karpiananto. (ADV)
Laporan: Mardias Chan (Telukkuantan)
Editor: Rindra Yasin

