Sabtu, 13 Desember 2025
spot_img

Lacak Kontak lewat Manifes Penumpang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SEORANG warga asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial Es (56) dinyatakan positif Covid-19 per Senin (6/7). Namun Es saat ini sudah berada di luar kota. Tepatnya di Bekasi, Jawa Barat. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, sebelum diketahui positif, Es melakukan rapid test untuk keperluan perjalanan ke Bekasi via Jakarta dan hasilnya reaktif pada 2 Juli. Karena hasil­nya reaktif, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab pada 3 Juli, dan sembari menunggu hasil swab yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri.

"Namun Ahad (5/7) lalu, yang bersangkutan melakukan rapid test mandiri di bandara SSK II dan hasilnya nonreaktif sehingga bisa melakukan perjalanan ke Bekasi via Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Namun tadi pagi (kemarin, red) hasil swab-nya keluar dan diketahui yang bersangkutan positif Co­vid-19, namun yang bersangkutan sudah berada di Bekasi," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan kantor kesehatan pelabuhan. Termasuk dinas kesehatan di Jawa Barat.

"Untuk melakukan kontak tracing pasien positif ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan pelabuhan yang akan melihat manifes penumpang, siapa saja yang satu pesawat dengannya," jelasnya.

Kemarin, Indra Yovi juga me­ngumumkan adanya satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia yakni S (61), warga Indragiri Hulu pada Ahad (5/7). Yang bersangkutan sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru karena menderita luka bakar.

"Namun belum selesai pengobatannya, yang bersangkutan pulang ke Indragiri Hulu. Setelah beberapa hari, kondisinya memburuk dan langsung dirawat di RSUD Indragiri Hulu. Oleh dokter dikategorikan sebagai PDP dan diambil swab-nya, dan ternyata positif," sebutnya.

Selain itu, Indra Yovi juga mengumumkan adanya penambahan empat pasien positif Covid-19 yang sembuh di Riau. Keempatnya yakni IC (37) warga Kampar, BK (22) warga Indragiri Hilir, AS (28) dan GS (30) yang merupakan warga Pekanbaru.

Baca Juga:  Sekujur Tubuh Penuh Luka Cakar dan Gigitan

"Untuk total pasien positif Covid-19 di Riau saat ini 235, yang masih dirawat 12 pasien, 212 sehat dan 11 pasien meninggal dunia. Untuk PDP yang masih dirawat 75 pasien, dan ODP (orang dalam pemantauan, red) 4.943 orang," paparnya.

20 Pegawai Disdukcapil Di-Swab
Dalam masa penutupan sementara layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, 20 pegawai di sana menjalani swab test, Senin (6/7).

Mereka adalah orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan inisial AP, Rabu (1/7) lalu. Disdukcapil Kota Pekanbaru di Kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru Jalan Sudirman menutup layanan selama tiga hari sejak Senin (6/7) hingga Rabu (8/7) nanti.

Penutupan dilakukan untuk sterilisasi, baik bangunan maupun personel dan pegawai yang ada di sana.

Dari tracing terhadap AP oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru diketahui dia pada 1 Juli lalu pernah melakukan perekaman KTP di Disdukcapil. Terlacak pula ada 20 pegawai di sana yang kontak dengan dia. Terhadap 20 orang ini, Senin (6/7) dilakukan swab massal. Tampak petugas Diskes Pekanbaru melakukan pengambilan sampel swab dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Lokasi pengambilan swab di Disdukcapil terlihat lengang karena layanan yang tutup.

Para pegawai yang menjalani swab test mulai dari petugas yang berjaga di pintu masuk hingga petugas di bagian pelayanan.

"Swab test dilakukan karena seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pernah ke sini.  Diperkirakan 20 orang ini yang kontak dengan pasien posiitif Covid-19," jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi.

Dia melanjutkan, pasien positif Covid-19 tersebut datang ke Disdukcapil Kota Pekanbaru pada 1 Juli lalu."Dari tracing yang kami lakukan, pasien positif ini pernah melakukan perekaman KTP tanggal 1 Juli," imbuhnya.

Sebelumnya, pengumuman penutupan layanan sementara di Disdukcapil disampaikan Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Azwan yang juga merupakan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ahad (5/7).

Baca Juga:  Polsek Limapuluh Kembali Berbagi Ribuan Paket Nasi

"Berdasarkan tracing warga positif Covid-19, ternyata yang bersangkutan pernah berurusan pada Disdukcapil Kota Pekanbaru. Sehubungan dengan itu sesuai arahan Wali Kota, maka seluruh layanan kependudukan dan pencatatan sipil untuk sementara waktu kami tutup sampai 8 juli guna melakukan sterilisasi tempat dan personel," jelas Azwan.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sempat berurusan di Disdukcapil Kota Pekanbaru ini berinisial AP, seorang warga Kecamatan Tenayan Raya yang diumumkan positif, Jumat (3/7) lalu.

"Dia ke sana (Disdukcapil, red) sehari sebelum hasil keluar,"  ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP.

Dalam pada itu, rapid test massal sudah dilakukan terhadap jajaran Disdukcapil Kota Pekanbaru, Sabtu (4/7) lalu. Hasilnya, satu orang reaktif.

"Hasil rapid test satu reaktif, dirawat di RS Hermina. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan swab PCR terhadap yang kontak dengan tuan AP," singkatnya.

Penghentian layanan sebagian sebelumnya juga sudah dilakukan di Disdukcapil pada Kamis (25/6) kemarin dampak dari meningkat drastisnya angka penderita pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Saat itu yang dilakukan adalah penutupan layanan perekaman dan pengambilan KTP.

Penghentian layanan perekaman dan pengambilan KTP dilakukan atas pertimbangan adanya peningkatan kasus positif baru yang tajam. Yakni Senin (22/6) terdapat 13 kasus baru, Selasa (23/6) lima kasus baru, dan Rabu (24/6) sembilan kasus baru. Antisipasi langsung dilakukan pada layanan kependudukan agar Covid-19  tak menyebar.

Pengumuman ditutupnya layanan perekaman dan pengambilan KTP ini sudah disebar Disdukcapil Kota Pekanbaru. Disampaikan pada masyarakat Pekan­baru bahwa mengingat penyebaran Covid-19 beberapa hari ini semakin cepat, diinformasikan pada masyarakat bahwa layanan perekaman dan pengambilan KTP baik di dinas maupun di UPTD Disdukcapil untuk sementara  tutup. Layanan akan kembali di­buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya.(ted)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SEORANG warga asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial Es (56) dinyatakan positif Covid-19 per Senin (6/7). Namun Es saat ini sudah berada di luar kota. Tepatnya di Bekasi, Jawa Barat. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, sebelum diketahui positif, Es melakukan rapid test untuk keperluan perjalanan ke Bekasi via Jakarta dan hasilnya reaktif pada 2 Juli. Karena hasil­nya reaktif, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab pada 3 Juli, dan sembari menunggu hasil swab yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri.

"Namun Ahad (5/7) lalu, yang bersangkutan melakukan rapid test mandiri di bandara SSK II dan hasilnya nonreaktif sehingga bisa melakukan perjalanan ke Bekasi via Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Namun tadi pagi (kemarin, red) hasil swab-nya keluar dan diketahui yang bersangkutan positif Co­vid-19, namun yang bersangkutan sudah berada di Bekasi," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan kantor kesehatan pelabuhan. Termasuk dinas kesehatan di Jawa Barat.

"Untuk melakukan kontak tracing pasien positif ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan pelabuhan yang akan melihat manifes penumpang, siapa saja yang satu pesawat dengannya," jelasnya.

Kemarin, Indra Yovi juga me­ngumumkan adanya satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia yakni S (61), warga Indragiri Hulu pada Ahad (5/7). Yang bersangkutan sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru karena menderita luka bakar.

- Advertisement -

"Namun belum selesai pengobatannya, yang bersangkutan pulang ke Indragiri Hulu. Setelah beberapa hari, kondisinya memburuk dan langsung dirawat di RSUD Indragiri Hulu. Oleh dokter dikategorikan sebagai PDP dan diambil swab-nya, dan ternyata positif," sebutnya.

Selain itu, Indra Yovi juga mengumumkan adanya penambahan empat pasien positif Covid-19 yang sembuh di Riau. Keempatnya yakni IC (37) warga Kampar, BK (22) warga Indragiri Hilir, AS (28) dan GS (30) yang merupakan warga Pekanbaru.

- Advertisement -
Baca Juga:  Zonasi untuk Pemerataan Mutu Pendidikan

"Untuk total pasien positif Covid-19 di Riau saat ini 235, yang masih dirawat 12 pasien, 212 sehat dan 11 pasien meninggal dunia. Untuk PDP yang masih dirawat 75 pasien, dan ODP (orang dalam pemantauan, red) 4.943 orang," paparnya.

20 Pegawai Disdukcapil Di-Swab
Dalam masa penutupan sementara layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, 20 pegawai di sana menjalani swab test, Senin (6/7).

Mereka adalah orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan inisial AP, Rabu (1/7) lalu. Disdukcapil Kota Pekanbaru di Kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru Jalan Sudirman menutup layanan selama tiga hari sejak Senin (6/7) hingga Rabu (8/7) nanti.

Penutupan dilakukan untuk sterilisasi, baik bangunan maupun personel dan pegawai yang ada di sana.

Dari tracing terhadap AP oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru diketahui dia pada 1 Juli lalu pernah melakukan perekaman KTP di Disdukcapil. Terlacak pula ada 20 pegawai di sana yang kontak dengan dia. Terhadap 20 orang ini, Senin (6/7) dilakukan swab massal. Tampak petugas Diskes Pekanbaru melakukan pengambilan sampel swab dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Lokasi pengambilan swab di Disdukcapil terlihat lengang karena layanan yang tutup.

Para pegawai yang menjalani swab test mulai dari petugas yang berjaga di pintu masuk hingga petugas di bagian pelayanan.

"Swab test dilakukan karena seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pernah ke sini.  Diperkirakan 20 orang ini yang kontak dengan pasien posiitif Covid-19," jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi.

Dia melanjutkan, pasien positif Covid-19 tersebut datang ke Disdukcapil Kota Pekanbaru pada 1 Juli lalu."Dari tracing yang kami lakukan, pasien positif ini pernah melakukan perekaman KTP tanggal 1 Juli," imbuhnya.

Sebelumnya, pengumuman penutupan layanan sementara di Disdukcapil disampaikan Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Azwan yang juga merupakan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ahad (5/7).

Baca Juga:  2 Daerah Lagi Ditemukan Kasus PMK

"Berdasarkan tracing warga positif Covid-19, ternyata yang bersangkutan pernah berurusan pada Disdukcapil Kota Pekanbaru. Sehubungan dengan itu sesuai arahan Wali Kota, maka seluruh layanan kependudukan dan pencatatan sipil untuk sementara waktu kami tutup sampai 8 juli guna melakukan sterilisasi tempat dan personel," jelas Azwan.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sempat berurusan di Disdukcapil Kota Pekanbaru ini berinisial AP, seorang warga Kecamatan Tenayan Raya yang diumumkan positif, Jumat (3/7) lalu.

"Dia ke sana (Disdukcapil, red) sehari sebelum hasil keluar,"  ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP.

Dalam pada itu, rapid test massal sudah dilakukan terhadap jajaran Disdukcapil Kota Pekanbaru, Sabtu (4/7) lalu. Hasilnya, satu orang reaktif.

"Hasil rapid test satu reaktif, dirawat di RS Hermina. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan swab PCR terhadap yang kontak dengan tuan AP," singkatnya.

Penghentian layanan sebagian sebelumnya juga sudah dilakukan di Disdukcapil pada Kamis (25/6) kemarin dampak dari meningkat drastisnya angka penderita pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Saat itu yang dilakukan adalah penutupan layanan perekaman dan pengambilan KTP.

Penghentian layanan perekaman dan pengambilan KTP dilakukan atas pertimbangan adanya peningkatan kasus positif baru yang tajam. Yakni Senin (22/6) terdapat 13 kasus baru, Selasa (23/6) lima kasus baru, dan Rabu (24/6) sembilan kasus baru. Antisipasi langsung dilakukan pada layanan kependudukan agar Covid-19  tak menyebar.

Pengumuman ditutupnya layanan perekaman dan pengambilan KTP ini sudah disebar Disdukcapil Kota Pekanbaru. Disampaikan pada masyarakat Pekan­baru bahwa mengingat penyebaran Covid-19 beberapa hari ini semakin cepat, diinformasikan pada masyarakat bahwa layanan perekaman dan pengambilan KTP baik di dinas maupun di UPTD Disdukcapil untuk sementara  tutup. Layanan akan kembali di­buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya.(ted)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SEORANG warga asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial Es (56) dinyatakan positif Covid-19 per Senin (6/7). Namun Es saat ini sudah berada di luar kota. Tepatnya di Bekasi, Jawa Barat. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, sebelum diketahui positif, Es melakukan rapid test untuk keperluan perjalanan ke Bekasi via Jakarta dan hasilnya reaktif pada 2 Juli. Karena hasil­nya reaktif, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab pada 3 Juli, dan sembari menunggu hasil swab yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri.

"Namun Ahad (5/7) lalu, yang bersangkutan melakukan rapid test mandiri di bandara SSK II dan hasilnya nonreaktif sehingga bisa melakukan perjalanan ke Bekasi via Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Namun tadi pagi (kemarin, red) hasil swab-nya keluar dan diketahui yang bersangkutan positif Co­vid-19, namun yang bersangkutan sudah berada di Bekasi," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan kantor kesehatan pelabuhan. Termasuk dinas kesehatan di Jawa Barat.

"Untuk melakukan kontak tracing pasien positif ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan pelabuhan yang akan melihat manifes penumpang, siapa saja yang satu pesawat dengannya," jelasnya.

Kemarin, Indra Yovi juga me­ngumumkan adanya satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia yakni S (61), warga Indragiri Hulu pada Ahad (5/7). Yang bersangkutan sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru karena menderita luka bakar.

"Namun belum selesai pengobatannya, yang bersangkutan pulang ke Indragiri Hulu. Setelah beberapa hari, kondisinya memburuk dan langsung dirawat di RSUD Indragiri Hulu. Oleh dokter dikategorikan sebagai PDP dan diambil swab-nya, dan ternyata positif," sebutnya.

Selain itu, Indra Yovi juga mengumumkan adanya penambahan empat pasien positif Covid-19 yang sembuh di Riau. Keempatnya yakni IC (37) warga Kampar, BK (22) warga Indragiri Hilir, AS (28) dan GS (30) yang merupakan warga Pekanbaru.

Baca Juga:  PHR Teken MoU dengan 5 Perguruan Tinggi di Riau

"Untuk total pasien positif Covid-19 di Riau saat ini 235, yang masih dirawat 12 pasien, 212 sehat dan 11 pasien meninggal dunia. Untuk PDP yang masih dirawat 75 pasien, dan ODP (orang dalam pemantauan, red) 4.943 orang," paparnya.

20 Pegawai Disdukcapil Di-Swab
Dalam masa penutupan sementara layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, 20 pegawai di sana menjalani swab test, Senin (6/7).

Mereka adalah orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan inisial AP, Rabu (1/7) lalu. Disdukcapil Kota Pekanbaru di Kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru Jalan Sudirman menutup layanan selama tiga hari sejak Senin (6/7) hingga Rabu (8/7) nanti.

Penutupan dilakukan untuk sterilisasi, baik bangunan maupun personel dan pegawai yang ada di sana.

Dari tracing terhadap AP oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru diketahui dia pada 1 Juli lalu pernah melakukan perekaman KTP di Disdukcapil. Terlacak pula ada 20 pegawai di sana yang kontak dengan dia. Terhadap 20 orang ini, Senin (6/7) dilakukan swab massal. Tampak petugas Diskes Pekanbaru melakukan pengambilan sampel swab dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Lokasi pengambilan swab di Disdukcapil terlihat lengang karena layanan yang tutup.

Para pegawai yang menjalani swab test mulai dari petugas yang berjaga di pintu masuk hingga petugas di bagian pelayanan.

"Swab test dilakukan karena seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pernah ke sini.  Diperkirakan 20 orang ini yang kontak dengan pasien posiitif Covid-19," jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi.

Dia melanjutkan, pasien positif Covid-19 tersebut datang ke Disdukcapil Kota Pekanbaru pada 1 Juli lalu."Dari tracing yang kami lakukan, pasien positif ini pernah melakukan perekaman KTP tanggal 1 Juli," imbuhnya.

Sebelumnya, pengumuman penutupan layanan sementara di Disdukcapil disampaikan Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Azwan yang juga merupakan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ahad (5/7).

Baca Juga:  Kagama Riau Gelar Donor Darah dan Vaksinasi

"Berdasarkan tracing warga positif Covid-19, ternyata yang bersangkutan pernah berurusan pada Disdukcapil Kota Pekanbaru. Sehubungan dengan itu sesuai arahan Wali Kota, maka seluruh layanan kependudukan dan pencatatan sipil untuk sementara waktu kami tutup sampai 8 juli guna melakukan sterilisasi tempat dan personel," jelas Azwan.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sempat berurusan di Disdukcapil Kota Pekanbaru ini berinisial AP, seorang warga Kecamatan Tenayan Raya yang diumumkan positif, Jumat (3/7) lalu.

"Dia ke sana (Disdukcapil, red) sehari sebelum hasil keluar,"  ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP.

Dalam pada itu, rapid test massal sudah dilakukan terhadap jajaran Disdukcapil Kota Pekanbaru, Sabtu (4/7) lalu. Hasilnya, satu orang reaktif.

"Hasil rapid test satu reaktif, dirawat di RS Hermina. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan swab PCR terhadap yang kontak dengan tuan AP," singkatnya.

Penghentian layanan sebagian sebelumnya juga sudah dilakukan di Disdukcapil pada Kamis (25/6) kemarin dampak dari meningkat drastisnya angka penderita pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Saat itu yang dilakukan adalah penutupan layanan perekaman dan pengambilan KTP.

Penghentian layanan perekaman dan pengambilan KTP dilakukan atas pertimbangan adanya peningkatan kasus positif baru yang tajam. Yakni Senin (22/6) terdapat 13 kasus baru, Selasa (23/6) lima kasus baru, dan Rabu (24/6) sembilan kasus baru. Antisipasi langsung dilakukan pada layanan kependudukan agar Covid-19  tak menyebar.

Pengumuman ditutupnya layanan perekaman dan pengambilan KTP ini sudah disebar Disdukcapil Kota Pekanbaru. Disampaikan pada masyarakat Pekan­baru bahwa mengingat penyebaran Covid-19 beberapa hari ini semakin cepat, diinformasikan pada masyarakat bahwa layanan perekaman dan pengambilan KTP baik di dinas maupun di UPTD Disdukcapil untuk sementara  tutup. Layanan akan kembali di­buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya.(ted)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari