Categories: Riau

Dinilai Berintegritas dan Kapabilitas Baik, Gubri Terima Penghargaan PWRI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI) memberikan penghargaan kepada Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar. Penghargaan dengan nama Wredatama Utama Nugraha itu diserahkan di Kantor Haryono Suyono Center, Jakarta, Senin (5/4) siang.

Penghargaan ini disematkan karena Syamsuar selama meniti karir sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dapat menunjukkan kapabilitas dan integritas yang baik. Syamsuar juga dinilai sejak lama, bahkan saat menjabat sebagai camat telah memberikan perhatian yang tinggi kepada para pensiunan. Terutama pensiunan pegawai pemerintah.

"Hanya pejabat-pejabat tertentu yang kami berikan penghargaan seperti ini," kata Ketua Umum PB PWRI Prof Dr Haryono Suyono Phd.

Haryono yang juga merupakan mantan menteri di era Orde Baru itu menyematkan langsung penghargaan kepada Gubri. Sementara Gubri berterima kasih atas penghargaan tersebut. Syamsuar menyebut bahwa ia punya perhatian kepada para pensiunan karena memang hal itu sudah menjadi tugasnya.

Syamsuar juga mengungkapkan bahwa selama berkarir sebagai PNS, dirinya termasuk yang sukses. Hal itu terbukti karena saat pensiun, pangkatnya mencapai IV/d.

"Padahal saya dari honor dan diangkat dengan pangkat II/a," ungkapnya.

Syamsuar bahkan mengaku tidak pernah terpikir akan menjadi Gubernur Riau. "Tentu ini semua adalah amanah yang berat untuk kami," ucapnya.

Kemarin, Syamsuar juga mengikuti kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Senayan. Dalam RDP tersebut, Gubri memperjuangkan hak Participation Interest (PI) 10 persen sebagaimana diamanahkan aturan yang berlaku.  Pada kesempatan itu, selain soal PI 10 persen, Gubri juga menyinggung soal tidak adanya transparansi terkait lifting migas bagi daerah. Daerah-daerah penghasil migas seolah dipaksa menerima informasi berapapun lifting menurut pihak kontraktor.

"Kalau kita daerah penghasil bertanya, alasannya rahasia. Kenapa kok antar pemerintah rahasia-rahasiaan," sesal mantan Bupati Siak dua periode itu.

Termasuk juga Syamsuar protes dengan banyaknya cost (biaya) atau pemotongan-pemotongan. Sehingga DBH yang diterima daerah, akhirnya hanya dalam jumlah kecil. Terkait soal RUU Energi Baru dan Terbarukan, Syamsuar menyebut bahwa Riau sebenarnya punya potensi yang sangat besar. Sayangnya belum dapat dimaksimalkan karena belum mendapat dukungan yang serius dari pemerintah pusat.

Bertemu Menteri ESDM
Usai RDP dengan Komisi VII DPR RI, Gubri menyempatkan diri bertemu dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif di ruang kerjanya. Kepada Menteri ESDM, Gubri memohon bantuan agar PI 10 persen dari Blok Siak dapat segera terealisasi. Karena sesuai aturan, itu adalah hak daerah yang semestinya jauh-jauh hari sudah dinikmati oleh Riau.(adv/sol)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

11 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

11 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

1 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

1 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago