Categories: Riau

Warga Teluk Lanus Siaga

SIAK, (RIAUPOS.CO) – Tewasnya remaja bernama Malfa Alfarel (15) putra Rustam yang bekerja di sub kontraktor PT Uniseraya Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, membuat warga siaga. Meski jarak lokasi tewasnya korban ke Kampung Teluk Lanus 2 jam perjalanan dengan pompong, karena tidak ada jalur darat, namun warga khawatir harimau bisa kembali ke kampung mereka, seperti sebulan lalu.

Hal ini dikatakan Kaur Pemerintahan Teluk Lanus Kenang. Menurut Kenang, masuknya harimau ke kampung mereka, lalu memakan ternak warga dan itu terjadi tiga kali, menandakan bahwa kapan saja harimau bisa kembali.

"Kami menambah volume pengawasan dan kesiap-siagaan. Kami membentuk kelompok-kelompok kecil, dan grup WA untuk mempermudah komunikasi ketika terjadi sesuatu," jelas Kenang.

Dikatakan Kenang, kelompok kecil dibuat, agar warga lebih dekat dan intens berkomunikasi. Kedekatan akan mendatangkan saling peduli satu sama lain, sehingga semakin kompak.

Aktivitas warga juga dibatasi. Harus sudah kembali ke kediaman masing-masing sebelum senja. Dan jika ada yang belum kembali, akan dicari tahu dan diminta terus berkabar.

Demikian juga dengan anak-anak. Lepas tengah hari sudah tidak boleh lagi berkeliaran.

"Situasi ini, membuat kami semakin kompak dan peduli satu sama lain. Kami berusaha jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan di kampung kami," ungkap Kenang.

Dikatakan Kenang, informasi yang diperoleh dari Bhabinkamtibmas Kampung Teluk Lanus Bripka Taufik Fakrianto, pihak BBKSDA sudah berada di lokasi tewasnya Malfa Alfarel.

Mereka sudah bermalam di sana, di barak bekas ditinggali karyawan bukan barak yang ditinggali pekerja kebun. Ada sekitar 10 orang mereka siaga di sana, lengkap dengan kerangkeng dan kamera pengintai.

"Kami berharap ada solusi dari permasalahan ini. Konflik manusia dan harimau cepat berakhir dan dapat diselesaikan dengan baik, tidak ada korban lagi," harap Kenang.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Teknis BBKSDA Riau M Mahfud mengatakan, petugas dari tim BBKSDA Riau telah memasang 3 unit camera trap (kamera penjebak) di sekitar lokasi kejadian, Rabu (1/9).

"Tadi sore (kemarin, red) baru siap dipasang camera trap-nya sebanyak 3 unit yang dipasang di sekitar lokasi kejadian," ujar M Mahfud saat dihubungi Riau Pos.

Kemudian, setelah dilakukan pemasangan camera trap maka setiap hari akan dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah sudah ada harimau sumatera yang melintas atau tidak.

"Selain itu di lokasi juga dipasang umpan dan kandang perangkap sebanyak satu buah. Dari hasil laporan tim di lapangan dugaan sementara korban tewas diduga akibat diterkam harimau," Pungkasnya.(mng/dof)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

4 jam ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

8 jam ago

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

1 hari ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

1 hari ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

1 hari ago