Categories: Riau

Tak Ada Istilah Uang Administrasi

(RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pem­­­prov) Riau mere­ko­mendasikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) da­ri Pemprov Riau untuk ma­sya­rakat yang terdampak Covid-19 secara penuh.

Pasalnya, dari laporan yang diterima pemprov, jumlah BLT yang diterima masyarakat hanya Rp250 ribu dari Rp300 ribu jatah yang diberikan.

Kepala Dinas Sosial Riau Dahrius Husin rekomendasi Pemprov Riau tersebut su­dah disampaikan kepada pihak Pemko Pe­kanbaru saat me­lakukan rapat ber­sama di Gedung Daerah Riau, Se­lasa (30/6). Pihak Pemko Pekanbaru saat ini juga sudah menyanggupinya.

“Jadi tidak ada lagi istilah uang ad­ministrasi atau uang pertinggal di rekening, semua BLT harus diserahkan kepada masyarakat,” kata Dahrius.

Kalau untuk teknis pe­nya­luran kekurangan tersebut, lanjut Dahrius, pihaknya kem­bali menyerahkan ke­pada Pemko Pekanbaru. Apakah akan diserahkan kekurangan Rp50 ribu atau ditambahkan pada BLT tahap kedua se­hingga masyarakat menerima Rp350 ribu.

“Kalau untuk pe­nyaluran keku­rangan kami se­rahkan ke Pemko, apakah mau disa­lurkan Rp50 ribu atau digenapkan bulan dengan. Tapi kalau masyarakat mau mengambil Rp50 ribu ya boleh saja,” sebutnya.

Dalam rapat bersama antara Pemprov Riau dengan Pemko Pekanbaru, diketahui alasan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru se­bagai pihak penyalur dana BLT tidak menyerahkan se­luruh dana bantuan karena untuk keperluan administrasi dan syarat agar saldo rekening tidak nol. Sehingga rekening akan tetap bisa digunakan ke depannya.

“Karena alasan itu se­hingga penyaluran dana tidak seluruhnya dilakukan. Namun yang bermasalah penyaluran dana BLT itu hanya yang melalui BPR saja, kalau yang melalui BRI dan BRK tidak ada masalah,” ujarnya.

Terkait permasalahan biaya administrasi dan saldo rekening tertinggal di BPR tersebut, pihak Pemko Pekanbaru mengaku akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau. “Pemko dan BPR akan berkoordinasi dengan OJK terkait biaya administrasi dan saldo pertinggal tersebut. Secara umum permasalahan ini sudah selesai,” sebutnya.(kom)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

9 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

10 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

11 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

11 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

11 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

11 jam ago