PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Simpati dan bantuan terus berdatangan terhadap pelajar SMAN 1 Kampar Kiri, Riska Ramadila (17). Kondisi kakinya yang terkena tumor ganas turut mengundang atensi salah satu perusahaan BUMN PT Hutama Karya. Tawaran berobat ke Jakarta pun disampaikan langsung kepada yang bersangkutan dan keluarga, Ahad (2/2/2020).
Berobat lagi ke rumah sakit di ibukota negara memang menjadi harapan keluarga Riska. Sebab, diagnosa untuk amputasi kakinya merupakan kabar yang kurang baik diterima pemain voli andalan sekolah itu.
PT HK yang mengerjakan ruas tol Pekanbaru-Dumai pun siap menggunakan dana CSR untuk mengobati Riska. “Mendengar kabarnya (Riska, red), memang kami punya program CSR untuk membantu. Jadi langsung datang dan menawarkan bantuan yang diperlukan,” kata salah seorang karyawan Hutama Karya Infrastruktur Chandra dihadapan Riska dan keluarga.
Ditambahkannya, jika memang Riska perlu diagnosa lebih lanjut sebagai pemeriksaan untuk langkah penanganan. HK pun siap memboyong Riska dan keluarga yang mendampingi ke Jakarta atau daerah lain.
“Insya Allah juga sampai diobati untuk kesembuhannya dan tentunya akan didampingi selama di Jakarta,” sambung Chandra.
Pihak HK berkunjung ke kediaman paman Riska di wilayah Kubang, Kampar, Ahad (2/2/2020) pagi. Tepatnya di perumahan Ginting, Blok B Gang Masjid Nurul Huda. Hal ini setelah Chandra berkomunikasi dengan pihak keluarga dan ternyata Riska dan kedua orang tuanya tidak berada di kediamannya di Desa Kayu Mas, Kelurahan Lipatkain, Kecamatan Kamparkiri. Berjarak dua jam perjalanan dari ibukota Provinsi Riau.
Riska dan keluarga memang tengah berada di rumah pamannya yang terletak di perbatasan Pekanbaru-Kampar, karena banyak pertimbangan. Salah satunya agar lebih dekat berobat.
Tawaran itupun disambut keluarga Riska. Pamannya, Ulil mengakui banyak yang menghubungi untuk menawarkan bantuan. Namun harapan sang keponakan agar bisa diobati lagi untuk kesembuhan belum kunjung nyata.
“Rata-rata masih menghubungi dan memberi bantuan. Kami mohon doanya agar Riska dapat diobati lebih baik lagi hingga sembuh. Tawaran banyak, tapi kalau tak didampingi (ke Jakarta, red), kami orang kampung ini tentu bingung,” akunya.
Perihal jadwal keberangkatan dan lainnya kini tengah dipersiapkan. Termasuk koordinasi dengan pihak TNI khususnya Dandim Kampar. Sebab pada hari yang sama, juga ada tawaran serupa kepada Riska untuk dibawa berobat ke Jakarta.
Laporan: Eka Gusmadi Putra
Editor: E Sulaiman

