Categories: Riau

Turunkan 9 Dokter Hewan untuk Periksa Hewan Kurban

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Guna mengawasi proses pemotongan dan kesehatan hewan kurban pada Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai menurunkan 9 petugas dokter hewan. Hal itu disampaikan  Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadiyono, Rabu (31/7).
“Sembilan dokter hewan tersebut akan menyebar di 10 wilayah yang terdiri dari Dumai 1 koordinator drh Afriyani mengawasi daerah Tanjung Penyembal, Basilam Baru, Bangsal Aceh dan Lubuk Gaung,” ujarnya.
Selanjutnya Dumai II sebagai koordinator drh Gunawan Prasetyo meliputi Bagankeladi, Purnama, STDI dan Pangkalan Sesai. Selanjutnya Dumai III dan IV koordinator drh Andika terdiri dari Bukit Timah, Makarsari, Bukit Datuk, Ratusima dan Bumi Ayu. “ Dumai V sebagai koordinator drh Ismadi Putra wilayah pengawasan Baganbesar, Bukit Nenas. Dumai VI koordinator drh Irfan Suriyadi wilayah pengawasan Bukit Kapur, Kampung Baru, dan Gurun Panjang,” jelasnya.
Dumai VII sebagai koordinator drh Agus Hariyadi wilayah pengawasan Sukajadi, Bintan dan Dumai Kota. Dumai VIII sebagai koordinator drh Jumani meliputi wilayah Datuk Laksamana dan Rimba Sekampung. “Sedangkan Dumai IX sebagai koordinator drh M Rizky Mubarok meliputi wilayah Jayamukti, Bukit Batrem, Tanjung Palas, Teluk Binjai dan Buluh Kasap. Untuk wilayah Dumai X koordinator drh Widya EA meliputi Teluk Makmur, Mundam, Guntung, dan Pelintung,” tambahnya.
Ia mengatakan, mereka ditugaskan berdasarkan keputusan Wali Kota Dumai bertugas melakukan pemantauan dilakukan dari awal hingga menjelang penyembelihan pada Hari Raya Iduladha.
“Petugas disebar untuk memastikan kalau di Dumai tidak ada hewan kurban yang terjangkit antraks atau penyakit hewan lainnya,” jelasnya.
Hewan kurban yang sehat itu sebenarnya bisa dilihat dari ciri-cirinya. Di antara ciri-ciri tersebut, matanya yang berbinar, kakinya yang tegap tidak tremor dan goyah, serta anusnya yang kering. “Tim khusus pemeriksa ternak kurban akan berkeliling melakukan pemeriksaan hewan kurban di lapak-lapak penjualan hewan kurban sekitar Dumai. Dari hasil pemeriksaan disebutkan kalau seluruh hewan kurban Di Dumai kondisinya sehat maka akan diberi tanda,” ujarnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengimbau kepada para penjual hewan kurban wajib mengantongi surat keterangan sehat hewan ternak. “Hewan kurban yang diperjualbelikan harus memenuhi kriteria sesuai dengan ajaran Islam,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, petugas sudah mulai dipersiapkan untuk memantau hewan sapi dan kambing yang mulai didatangkan di Dumai. “Kegiatan pemantauan ini dilakukan sambil memantau titik-titik keberadaan hewan ternak yang dari luar Dumai. Karena saat ini hewan sapi dan kambing dari luar Dumai,” jelasnya.
Untuk penyakit yang perlu diwaspadai, kata Hadiyono, seperti cacing hati, hati rusak, ada benjolan seperti kapur jika dibelah banyak lubang. “Selain itu pembekakan pada organ paru yang disebabkan tumor atau parasit. Serta penyakit anthrax, brucellosis dan cacing hati, cacing tambang,” tutupnya.(hsb)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

10 jam ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

10 jam ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

10 jam ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

10 jam ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

14 jam ago

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

1 hari ago