sekjen-pb-hmi-rektorat-ui-antidemokrasi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen PB HMI) M. Ichya Halimudin menilai, Rektorat Universitas Indonesia (UI) antidemokrasi. Karena telah mengintervensi kebebasan berpendapat para mahasiswanya, hanya karena mengkritik Presiden Joko Widodo.
Menurut Ichya, sikap reaktif rektorat menunjukkan adanya pembatasan kebebasan berpendapat terhadap mahasiswa dan juga tidak sejalan dengan UUD 1945 pasal 28 dan UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
"Pemanggilan BEM UI oleh rektorat menunjukkan kampus UI antidemokrasi dan alergi dengan kebebasan berpendapat. Hal itu tentu melanggar UU," tandas Ichya dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (29/6).
Ichya juga menegaskan, kritikan mahasiswa seharusnya disikapi dengan hal biasa saja. Sebab kritik adalah pengingat kepada penguasa untuk menjalankan janji-janji politik kepada masyarakat.
Selain itu, Ichya juga melihat pemanggilan BEM UI juga menunjukkan demokrasi tengah berjalan mundur dan ingatan terhadap masa orde baru kian nyata menjelma di rezim yang sedang berjalan hari ini dimana pembungkaman bukan hanya datang dari penguasa tetapi juga telah merasuk kedalam dunia akademik sekelas kampus besar UI.
Karena itu, Ichya juga menegaskan, PB HMI sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia juga akan selalu berada dalam posisi mengawal demokrasi dan kebebasan berpendapat.
"Sikap HMI jelas. tetap akan berada di posisi mengawal demokrasi Indonesia untuk kemakmuran masyarakat," tegasnya.(jpg)
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…