Minggu, 6 April 2025
spot_img

Mahfud MD Minta MK Jangan Mau Diintervensi

JAKARTA (RIAU.CO) – Profesor Mahfud MD meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menjaga independensi. Mantan ketua MK itu menegaskan, para hakim MK jangan mau diintervensi dan diteror. Peringatan ini disampaikan Mahfud dalam akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (30/5).

Mantan menteri dan anggota DPR itu mengatakan bahwa pada 2012 lalu, atau saat MK berusia sembilan tahun pernah mendapatkan sebagai 10 MK terbaik di dunia. MK berdiri pada 2003 dan baru menyidangkan sengketa pemilu pada 2004.

“Wahai teman2 di Mahkamah Konstitusi (MK). Jagalah independensi, jangan mau diintervensi dan jangan sudi diterror. Dengan profesionalitas dan keteguhan hati, dulu pd usia 9 tahun (2012), MK Indonesia dinobatkan dlm “Hanvard Hanbook” masuk dlm 10 MK terbaik (terfektif) di dunia,” cuit Mahfud. Hingga sore ini, cuitan Mahfud sudah 552 kali replies, retweets 504, dan 778 likes.

Baca Juga:  Sebut Keserentakan Pemilu Tak Masuk Asas Wajib

Mahfud memastikan sejauh ini tidak ada yang meneror dan mengintervensi. “Faktanya sih tidak ada kalau di dalam. Tapi di masyarakat, kan ada dugaan intervensi dan terror sehingga kita harus mengingatkan teman2 di MK agar tak terpengaruh. Pokoknya, hukum harus ditegakkan tanpa boleh dipengaruhi oleh kekisruhan politik,” kata Mahfud menjawab apakah cuitan sebuah akun apakah selama ini ada intervensi atau teror.

Seperti diketahui, MK sebentara lagi akan memulai sejumlah persidangan perselisihan hasil pemilihan umum, baik itu untuk Pileg dan Pilpres 2019. Adapun khusus untuk Pilpres 2019, pemohon adalah pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, termohonnya Komisi Pemilihan Umum, dan pihak terkait Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin. (boy)

Baca Juga:  Tahniah, Ini 44 Pengurus DPW PAN Riau Periode 2020-2025

Sumber; JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA (RIAU.CO) – Profesor Mahfud MD meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menjaga independensi. Mantan ketua MK itu menegaskan, para hakim MK jangan mau diintervensi dan diteror. Peringatan ini disampaikan Mahfud dalam akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (30/5).

Mantan menteri dan anggota DPR itu mengatakan bahwa pada 2012 lalu, atau saat MK berusia sembilan tahun pernah mendapatkan sebagai 10 MK terbaik di dunia. MK berdiri pada 2003 dan baru menyidangkan sengketa pemilu pada 2004.

“Wahai teman2 di Mahkamah Konstitusi (MK). Jagalah independensi, jangan mau diintervensi dan jangan sudi diterror. Dengan profesionalitas dan keteguhan hati, dulu pd usia 9 tahun (2012), MK Indonesia dinobatkan dlm “Hanvard Hanbook” masuk dlm 10 MK terbaik (terfektif) di dunia,” cuit Mahfud. Hingga sore ini, cuitan Mahfud sudah 552 kali replies, retweets 504, dan 778 likes.

Baca Juga:  Enam Partai Ngotot Kuasai Kursi Ketua MPR

Mahfud memastikan sejauh ini tidak ada yang meneror dan mengintervensi. “Faktanya sih tidak ada kalau di dalam. Tapi di masyarakat, kan ada dugaan intervensi dan terror sehingga kita harus mengingatkan teman2 di MK agar tak terpengaruh. Pokoknya, hukum harus ditegakkan tanpa boleh dipengaruhi oleh kekisruhan politik,” kata Mahfud menjawab apakah cuitan sebuah akun apakah selama ini ada intervensi atau teror.

Seperti diketahui, MK sebentara lagi akan memulai sejumlah persidangan perselisihan hasil pemilihan umum, baik itu untuk Pileg dan Pilpres 2019. Adapun khusus untuk Pilpres 2019, pemohon adalah pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, termohonnya Komisi Pemilihan Umum, dan pihak terkait Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin. (boy)

Baca Juga:  Sebut Keserentakan Pemilu Tak Masuk Asas Wajib

Sumber; JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Mahfud MD Minta MK Jangan Mau Diintervensi

JAKARTA (RIAU.CO) – Profesor Mahfud MD meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menjaga independensi. Mantan ketua MK itu menegaskan, para hakim MK jangan mau diintervensi dan diteror. Peringatan ini disampaikan Mahfud dalam akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (30/5).

Mantan menteri dan anggota DPR itu mengatakan bahwa pada 2012 lalu, atau saat MK berusia sembilan tahun pernah mendapatkan sebagai 10 MK terbaik di dunia. MK berdiri pada 2003 dan baru menyidangkan sengketa pemilu pada 2004.

“Wahai teman2 di Mahkamah Konstitusi (MK). Jagalah independensi, jangan mau diintervensi dan jangan sudi diterror. Dengan profesionalitas dan keteguhan hati, dulu pd usia 9 tahun (2012), MK Indonesia dinobatkan dlm “Hanvard Hanbook” masuk dlm 10 MK terbaik (terfektif) di dunia,” cuit Mahfud. Hingga sore ini, cuitan Mahfud sudah 552 kali replies, retweets 504, dan 778 likes.

Baca Juga:  PPMI Tegaskan Tolak Penundaan Pemilu

Mahfud memastikan sejauh ini tidak ada yang meneror dan mengintervensi. “Faktanya sih tidak ada kalau di dalam. Tapi di masyarakat, kan ada dugaan intervensi dan terror sehingga kita harus mengingatkan teman2 di MK agar tak terpengaruh. Pokoknya, hukum harus ditegakkan tanpa boleh dipengaruhi oleh kekisruhan politik,” kata Mahfud menjawab apakah cuitan sebuah akun apakah selama ini ada intervensi atau teror.

Seperti diketahui, MK sebentara lagi akan memulai sejumlah persidangan perselisihan hasil pemilihan umum, baik itu untuk Pileg dan Pilpres 2019. Adapun khusus untuk Pilpres 2019, pemohon adalah pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, termohonnya Komisi Pemilihan Umum, dan pihak terkait Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin. (boy)

Baca Juga:  Ada Usulan Kader agar PDIP Tolak Koalisi dengan PKS dan Demokrat

Sumber; JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA (RIAU.CO) – Profesor Mahfud MD meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menjaga independensi. Mantan ketua MK itu menegaskan, para hakim MK jangan mau diintervensi dan diteror. Peringatan ini disampaikan Mahfud dalam akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (30/5).

Mantan menteri dan anggota DPR itu mengatakan bahwa pada 2012 lalu, atau saat MK berusia sembilan tahun pernah mendapatkan sebagai 10 MK terbaik di dunia. MK berdiri pada 2003 dan baru menyidangkan sengketa pemilu pada 2004.

“Wahai teman2 di Mahkamah Konstitusi (MK). Jagalah independensi, jangan mau diintervensi dan jangan sudi diterror. Dengan profesionalitas dan keteguhan hati, dulu pd usia 9 tahun (2012), MK Indonesia dinobatkan dlm “Hanvard Hanbook” masuk dlm 10 MK terbaik (terfektif) di dunia,” cuit Mahfud. Hingga sore ini, cuitan Mahfud sudah 552 kali replies, retweets 504, dan 778 likes.

Baca Juga:  Jokowi Deklarasi, Prabowo ke MK

Mahfud memastikan sejauh ini tidak ada yang meneror dan mengintervensi. “Faktanya sih tidak ada kalau di dalam. Tapi di masyarakat, kan ada dugaan intervensi dan terror sehingga kita harus mengingatkan teman2 di MK agar tak terpengaruh. Pokoknya, hukum harus ditegakkan tanpa boleh dipengaruhi oleh kekisruhan politik,” kata Mahfud menjawab apakah cuitan sebuah akun apakah selama ini ada intervensi atau teror.

Seperti diketahui, MK sebentara lagi akan memulai sejumlah persidangan perselisihan hasil pemilihan umum, baik itu untuk Pileg dan Pilpres 2019. Adapun khusus untuk Pilpres 2019, pemohon adalah pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, termohonnya Komisi Pemilihan Umum, dan pihak terkait Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin. (boy)

Baca Juga:  PPMI Tegaskan Tolak Penundaan Pemilu

Sumber; JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari