Ilustrasi Partai Golkar.(DOK.RIAUPOS.CO)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — KPK bakal memantau penyelengaraan Munas Golkar pada awal Desember mendatang. Forum yang menentukan arah kebijakan dan ketua umum Golkar selama lima tahun mendatang itu dikhawatirkan jadi ajang bagi-bagi uang yang melibatkan penyelenggara negara.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya selalu mendengar isu politik uang di setiap munas partai politik. KPK baru akan bertindak jika ada penyelenggara negara yang main politik uang saat munas.
"Kalau tak ada penyelenggara negara di situ, itu di luar kompetensi kami (KPK). Tetapi kenapa itu jadi perhatian kami? Karena memang cenderungnya mereka penyelenggara negara, inkumben juga penyelenggara negara," kata Saut saat dikonfirmasi, Kamis (28/11).
Menurut Saut, dari berbagai penindakan kasus, muncul suara-suara kalau uang hasil korupsi antara lain digunakan untuk mendapatkan pengaruh atau mendukung penyelenggaraan munas.
Kalau si pemberi adalah penyelenggara negara, maka KPK akan bertindak.
"Makanya itu menjadi perhatian kita, bagaimana kita perhatikan itu supaya isu transaksional tidak terjadi," ujar Saut.
Saut merahasiakan cara KPK mengawasi penyelenggaraan munas. Dia hanya memastikan KPK selalu punya cara untuk melihat siapa yang berpotensi melakukan politik transaksional.
"Kami memperhatikan itu semua, karena itu kewajiban kami. Ketika dia penyelenggara negara, kewajiban kami untuk menjaga tetap berintegritas, untuk menjaga dia tidak melakukan politik transaksional," kata dia. (tan/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…
Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…
Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…
Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…