JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, berpeluang besar diusung PDI Perjuangan (PDIP) di Pilkada Kota Medan 2020. Peluang itu muncul setelah partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut memutuskan tidak mengusung calon incumbent Akhyar Nasution.
PDIP berang setelah mengetahui Akhyar –yang sebelumnya merupakan kader partai banteng– loncat pagar menjadi kader Partai Demokrat.
”Kader partai harus berdisiplin dan berpolitik untuk pengabdian yang lebih besar, bukan untuk berburu kekuasaan politik,” tegas Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP yang juga Plt Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat kemarin.
Terkait peluang Bobby diusung PDIP, Djarot mengatakan, menantu Jokowi itu adalah kader PDIP. Menurut dia, ada yang menyatakan bahwa sinyal mengusung Bobby sudah makin kuat.
”Saya bilang bukan sinyal kuat, tapi frekuensinya makin jelas,” ungkapnya. Pengumuman rekomendasi pilkada Kota Medan akan disampaikan pada gelombang ketiga akhir bulan ini.
Sementara itu, Demokrat dan PKS dipastikan berkoalisi di Medan. Mereka akan mengusung pasangan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi. Akhyar adalah Plt wali kota Medan sekaligus pernah menjabat wakil ketua DPD PDIP Sumut. Sedangkan Salman adalah kader PKS yang kini menjabat wakil ketua DPRD Sumut.
”Koalisi Demokrat dan PKS sudah cukup untuk mengusung paslon di Medan,” kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…
Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…
Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…