Categories: Politik

DPR Ingatkan Antisipasi Celah Pelanggaran PPDB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan pembelajaran tatap muka (PTM) dihadapi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam waktu dekat. Komisi X berharap Kemendikbudristek lebih siap dalam menghadapi dua agenda besar itu.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, dua agenda terkait tahun ajaran baru itu harus disiapkan secara optimal. "Kami berharap PPDB dan PTM dikawal, baik dari sisi regulasi maupun pelaksanaan di lapangan, sehingga tidak merugikan peserta didik," ujarnya kepada JPG.
 
Huda menjelaskan, jalannya PPDB sering memicu polemik di masyarakat. Menurut dia, ada banyak penyebab kekisruhan. Mulai lemahnya koordinasi antara Kemendikbudristek dan dinas pendidikan (disdik) terkait kejelasan regulasi dan lemahnya pengawasan hingga masih ditemukannya keterlibatan oknum tenaga kependidikan dalam kongkalikong penerimaan siswa baru. Berbagai celah itu harus diantisipasi sejak dini.

 Momentum PPDB, lanjut Huda, merupakan fase penting bagi seorang peserta didik. Banyak wali murid yang berlomba mencari sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Ketimpangan kualitas penyelenggara pendidikan sampai sekarang memang masih terjadi. Karena itu, para wali murid akan sangat sensitif jika menerima informasi adanya ketidakadilan dalam proses PPDB. 

Program zonasi sebenarnya bertujuan meminimalkan jurang ketimpangan antara sekolah favorit dan nonfavorit. "Namun, sampai saat ini stigma favorit dan nonfavorit masih ada sehingga sebisanya proses PPDB dijalankan secara fair, transparan, dan akuntabel," ungkap legislator PKB itu.

 Selain PPDB, kata Huda, Juli adalah target pembukaan sekolah atau PTM. Huda mengungkapkan, agenda mendesak PTM adalah mempersiapkan semua kebutuhan protokol kesehatan. Mulai menuntaskan vaksinasi Covid-19 untuk lima juta guru, melengkapi sarana-prasarana kesehatan di sekolah, hingga memenuhi standar operasional prosedur PTM di kala pandemi. Selain itu, simulasi PTM harus terus dilakukan agar peserta didik merasa aman saat tiba hingga pulang sekolah.   

Terpisah, Dirjen Pauddasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh disdik terkait PPDB 2020–2021. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya masalah-masalah yang muncul.(lum/jpg)
 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

4 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

4 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

5 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

5 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

5 jam ago