Categories: Politik

Manuver Paloh, Dia Ingin NasDem Begini

JAKARTA – Pengamat politik Dedi Kurnia menilai manuver Ketum Partai NasDem Surya Paloh akhir-akhir ini bentuk perlawanan terhadap dominasi PDI Perjuangan.

Menurut Dedi, Ketua Umum NasDem Surya Paloh ingin menunjukkan kepada PDIP bahwa dia punya kekuatan politik yang setara dengan partai banteng mulut putih itu di koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“NasDem itu tidak punya wewenang berlebih di Jokowi. Karena secara struktur, Jokowi adalah kader PDIP. Tetapi dalam hitung-hitungan di parlemen, NasDem menginginkan dominasi mereka itu lebih kuat dan dianggap setara dengan PDIP. Maka itu kemudian terjadi diskusi-diskusi dengan mitra koalisi, tentu, selain PDIP,” kata Dedi kepada JPNN.com, Kamis (25/7).

Dedi juga melihat Gerindra ingin masuk dalam barisan koalisi Jokowi-Ma’ruf, asal partai besutan Prabowo Subianto itu diberikan kursi Ketua MPR RI.

Nah, hal ini yang menjadi pertentangan dari Surya Paloh sehingga akhirnya bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, beberapa hari lalu.

“Sebetulnya yang mereka halangi ini. Jangan sampai kemudian porsi-porsi yang seharusnya diberikan kepada mitra koalisinya Jokowi dikurangi karena adanya anggota baru Gerindra,” kata Dedi.

Peneliti Politik Universitas Telkom Bandung ini menyebutkan Jokowi sebenarnya ingin Prabowo mendukung pemerintahannya. Pasalnya, kekuatan Gerindra lebih kuat di parlemen dibanding Demokrat dan PAN yang lebih dulu sudah memberi sinyal ingin bergabung dengan Jokowi.

Namun, Dedi merasakan Jokowi kurang puas karena PAN dan Demokrat tidak punya posisi tawar kuat karena kursi mereka di parlemen rendah.

“Yang jadi persoalan adalah Gerindra, dia punya suara besar sehingga punya bergaining power yang besar sehingga mau tidak mau NasDem jaga jarak. Jangan sampai kemudian nanti PDIP terlalu besar menguasai. Karena pertemuan dengan Gerindra ini juga sebagai penanda karena pertemuan itu di rumah Mega, mau tidak mau, Megawati sebagai sisi pengaturnya, yang mendominasi pertemuan. Nah, itu mungkin yang tidak diinginkan dari NasDem,” jelas dia. (tan)

Sumber: JPNN.com
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

KPK Dalami Tiga Pertemuan Suhardiman Amby dengan Menteri Kehutanan

KPK mengungkap tiga pertemuan Suhardiman Amby dan Raja Juli Antoni, termasuk dugaan penyerahan uang 14.000…

33 menit ago

Tragedi Pagi di Pekanbaru, Rosdiana Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibacok Mantan Suami

IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…

16 jam ago

Terjebak Perangkap, Monyet Liar yang Diduga Serang 18 Warga Masih Diperiksa

Monyet liar tertangkap setelah diduga menyerang 18 warga Tembilahan. BBKSDA masih memastikan apakah satwa itu…

21 jam ago

Kasus Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Bergulir, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Baru

Kejati Riau menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana PI 10 persen PHR…

23 jam ago

Teror Monyet Berakhir, Dokter Hewan Ungkap Dugaan Alasan Satwa Ini Menyerang Warga

Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…

23 jam ago

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

2 hari ago