Menteri Koordinator Bidang Politik Wiranto, Senin (24/6-2019) di Jakarta.(jpnn.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Putusan sidang sengketa hasil Pilpres 2019 akan dibacakan Mahkamah Konstitusi (MK) Kamis 27 Juni 2019 pukul 12.30.
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto berharap suasana tenang saat Hakim MK Anwar Usman dkk membacakan putusan.
Menurut Wiranto, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sudah memberikan imbauan kepada para pendukungnya agar tidak melakukan aksi demonstrasi di gedung lembaga penjaga muruah konstitusi itu.
“Kami mengharapkan saat pengumuman itu suasana tenang, damai, mengapa? Karena kita tahu Prabowo – Sandi sudah memberikan statement, bahkan memohon seluruh pendukung, simpatisan, supaya menjaga suasana damai, sejuk. Bahkan beliau memohon tidak lagi mendatangi MK,†kata Wiranto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6).
Wiranto menambahkan Prabowo – Sandi sudah menyatakan akan menerima apa pun putusan MK. Pun demikian dengan pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf juga sama, akan menghormati apa pun putusan MK.
Dia menegaskan, hal ini berarti kedua tokoh atau dua pasangan capres dan cawapres yang berkompetisi sudah mengajak masyarakat untuk menerima keputusan itu sebagai putusan yang adil dan terhormat. Karena itu, mantan Panglima ABRI itu mengatakan tidak ada alasan untuk menggerakkan massa lagi.
“Untuk apa? Maka kalau ada gerakan massa saya perlu tanyakan ini gerakan untuk apa, yang diperjuangkan apa, lalu kelompok mana?†ujar Wiranto.
Kendati demikian, Wiranto memastikan Polri membuat kebijakan unjuk rasa boleh saja dilakukan, tetapi ada persyaratannya, yang memimpin siapa, temanya apa, tempatnya di mana dan apa tujuan dari demonstrasi tersebut.
Menurut Wiranto, Polri sudah mengingatkan jangan sampai ada unjuk rasa di sekitar MK karena akan mengganggu kegiatan yang menyangkut kepentingan nasional.
“Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja. Demonstrasi itu kan ada yang mengajak, ada yang mendorong, menghasut. Nanti kan kami tinggal tahu siapa tokoh yang bertanggung jawab itu. Tinggal kami cari tokohnya, kami tangkap saja karena menimbulkan kerusuhan,†kata Wiranto. (boy)
Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
Kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar KM 25 menewaskan seorang ustaz dan dosen akibat…
BRIZZI x ARKIV menghadirkan kolaborasi seni dan transaksi digital di Blok M Hub pada 19–23…
Sebanyak 435 mahasiswa baru Fakultas Pertanian dan Perikanan UIR mengikuti PKKMB 2026. Dekan dorong mahasiswa…
Pemko Pekanbaru memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP pada 21–22…
Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…
Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…