PELANTIKAN: Presiden RI Joko Widodo dan istri (tengah depan) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan istri (belakang), menyapa para ketua lembaga usai prosesi pelantikan di Gedung Nusantara MPR-DPR RI Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019). (MUHAMAD ALI/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin langsung tancap gas bekerja usai dilantik sebagai Presiden bersama wakilnya Ma’ruf Amin. Untuk itu, berbeda dengan periode pertama yang memerlukan waktu sepekan untuk memfinalkan kabinetnya, kali ini Jokowi menegaskan jajaran pembantunya selesai disusun sebelum pelantikan.
Jokowi mengatakan, kabinet akan diperkenalkan ke publik pada pagi hari ini (21/10). “Besok pagi saya kenalkan, karena nanti sorenya, Pak Kyai Haji Ma’ruf Amin harus ke Jepang,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Ahad (20/10). Sayangnya, Jokowi belum mau membocorkan soal siapa saja nama-nama yang akan membantunya. Hanya, dia mengisyaratkan akan ada banyak nama-nama baru. “Masih banyak (menteri lama, red) tapi yang baru lebih banyak,” imbuhnya.
Soal latar belakangnya, Jokowi memastikan ada dari keterwakilan partai politik, ada juga dari kalangan profesional. Pembagiannya tidak jauh dari yang dia sampaikan sebelumnya. Yakni 16 dari 34 menteri berasal dari partai. “Ya kurang lebih, saya belum hitung tapi kurang lebih,” tuturnya. Lalu, bagaimana dengan nasib Gerindra? Jokowi kembali merahasiakannya. “Besok (hari ini) dilihat,” kata mantan Walikota Solo itu.
Meski masih ditutup rapat, bursa nama-nama menteri sudah beredar. Sejumlah nama potensial yang disebut akan melanjutkan kiprahnya. Di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebut-sebut naik menjadi Menko Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, hingga Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Kemudian, ada juga Pramono Anung yang diusulkan PDIP sebagai Mendagri bersaing dengan Bambang Wuryanto, Olly Dondokambey, dan Djarot Saefulloh Yusuf. Selain nama-nama menteri, pada hari ini Jokowi akan mengumumkan nomenklatur baru kementerian. “Perubahan nomenklatur ada. Besok lah (hari ini),” kata presiden dua cucu tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dua kementerian baru yang dibentuk. Yakni Kementerian Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif sebagai perubahan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Investasi menggantikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sebagai tumbalnya, ada kementerian yang dilebur, salah satunya Kementerian Perdagangan digabungkan bersama Kementerian Perindustrian.
Selain figur lama, portofolio calon menteri baru kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin juga beredar, kemarin. Salah seorang yang namanya muncul adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Dalam daftar yang beredar di kalangan wartwan, yang bersangkutan menempati pos Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Pos kementerian itu sebelumnya dijabat politisi PDI Perjuangan Puan Maharani yang kini menjabat ketua DPR. Dikonfirmasi usai pelantikan presiden dan wakil presiden (wapres) kemarin, Said Aqil tidak mau menjawab gamblang. “Ah saya belum tahu,” katanya.
Dia tidak menampik kalau dirinya termasuk salah seorang yang dipanggil menghadap ke Istana Negara baru-baru ini. KH Said Aqil menemui Presiden Jokowi pada Senin lalu (14/10). Tujuan pertemuan, tambah dia, hanya sekadar silaturahmi. Selebihnya juga sharing membicarakan berbagai persoalan kebangsaan. Mulai soal politik, hukum, keamanan dan persoalan keagamaan. Dia mengaku sama sekali tidak membicarakan soal kursi menteri. “Selebihnya kami ketawa-ketawa. Ketemu kan biasa saja,” ujarnya.
Figur baru calon menteri yang juga beredar adalah Edhy Prabowo. Dalam daftar susunan kabinet terakhir yang beredar, wakil ketua umum Partai Gerindra itu diplot menjadi menteri pertanian. Terkait kabar tersebut, dia bilang tidak dalam posisi mengajukan diri. Sebab pemilihan nama-nama menteri murni kewenangan presiden. “Saya kira Pak Prabowo sudah jelas di awal. Kami tidak minta-minta. Tapi siap bekerja sama demi kemajuan NKRI,” kata Edhy Prabowo.
Dia juga mengisyaratkan siap jika diminta menjadi salah seorang pembantu presiden periode 2019-2024. Menurutnya, dalam kondisi apapun harus siap jika diberikan tugas. Termasuk menjadi menteri di kabinet Jokkwi-Ma’ruf. Nama lain yang muncul adalah politisi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat. Kabarnya politisi yang kini menjabat Gubernur NTT itu diplot sebagai salah seorang calon menteri.(far/mar/lum/ted)
Harga sembako di Pasar Selatpanjang awal Januari 2026 terpantau stabil. Cabai merah turun tajam, sementara…
Arab Saudi membuka pasar modal bagi investor asing mulai 1 Februari 2026 dengan menghapus skema…
Hyundai resmi meluncurkan Creta Alpha secara daring. SUV B-Compact ini hadir dengan desain lebih premium,…
Tekanan global diperkirakan masih membayangi rupiah pada 2026 dengan potensi pelemahan hingga Rp17.500 per dolar…
Pemkab Siak menggelar job fit pejabat eselon II untuk mengisi SOTK baru sekaligus mengevaluasi kinerja.…
Sabar/Reza melaju ke 16 besar Malaysia Open 2026 usai mengalahkan rekan senegara. Fajar/Fikri juga meraih…