Categories: Politik

PDIP Identik dengan Sosok Megawati Soekarno Putri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon bersyukur bahwa tidak ada gejolak yang terjadi di partainya. Dia menegaskan bahwa hal ini salah satunya berkat kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Kami bersyukur bahwa PDI Perjuangan tetap baik dan dinamis dan demokrasinya sangat terbuka, sehat dan tumbuh segar. Kami bersyukur, tidak seperti partai lain yang hiruk pikuk, dan turbulensinya,” kata Effendi dalam diskusi Ngebut Munas Parpol Jelang Kabinet Baru di Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan identik dengan sosok Megawati Soekarnoputri. “Ibu Mega itu PDI Perjuangan. Tidak ada Ibu Mega, tidak ada PDI Perjuangan. Kalau partai lain, saya tidak tahu siapa figurnya, tokohnya. Kalau kami, sudah pemberian Tuhan seperti itu,” ujarnya.

Menurut Effendi, kaderisasi partai sangat berjalan dengan baik. Buktinya, ujar dia, banyak kader baru yang muda-muda, memiliki kemauan, kemampuan, integritas cukup bagus di PDIP.

Dia menegaskan bahwa sejarah kelahiran PDI Perjuangan yang identik dengan perlawanan rezim otoriter itu sangat fenomenal dan mempunyai historis yang sangat kuat yang diikuti dengan lahirnya sosok kepemimpinan Mega, yang masih terus sampai sekarang ini. “Ketika masuk dan ikut barisan PDI Perjuangan langsung mematuhi sepenuhnya. Pengalaman saya, di internal tetap dinamis tetapi kami tidak keluar dari pakem-pakemnya,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Effendi, dari awal hingga sekarang PDIP mulai DPP hingga tingkat anak ranting tidak pernah ada masalah di bawah kepemimpinan Mega. Bahkan Effendi mengatakan diperkirakan kondisi stabil ini bisa sampai lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Menurut Effendi, solid dan dinamisnya PDIP karena kader mematuhi anggaran dasar, mukadimah maupun platform partai. “Kami menyadari bahwa kami menjadi bagian kader partai yang sering Ibu Mega menyebutnya petugas partai, sehingga itu tidak kemudian kami ada keberatan sebelum masuk. Ini yang membuat PDIP itu stabil,” ungkapnya.

Menurut Effendi, kalau dilihat seharusnya di Pemilu 2019 ini PDI Perjuangan memperoleh 28 persen, tetapi karena pemilihan legislatif dan presiden dilaksanakan serentak fokus masyarakat maupun konstituen berimbas ke partai. Menurut dia, hal ini mungkin dialami partai-partai lain selain PDIP. “Jadi, saya harap ke depan pemilu dipisah. Karena sama pentingnya ketika masyarakat memilih presiden dan wakilnya di DPR,” katanya. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

58 PPPK Kominfo Kuansing Resmi Bertugas, SPMT Diserahkan

Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…

6 jam ago

LCC Duri Pastikan Ikut Riau Pos Fun Bike 2026, Turunkan 25 Peserta ke Pekanbaru

Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…

6 jam ago

PKL Kembali Marak, Satpol PP Pekanbaru Akan Perketat Pengawasan

PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…

6 jam ago

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Wawako Targetkan 104 Dapur Aktif

Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…

7 jam ago

Pemkab Rohil Siapkan Lahan, Program Sekolah Garuda Kian Matang

Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…

7 jam ago

Honorer Dilarang Direkrut, Bupati Siak Fokus Tuntaskan Status Lama

Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…

8 jam ago