Categories: Politik

Pidato Sindiran Surya Paloh, Ini Respons para Elite PDIP

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sindiran terhadap pihak-pihak yang menanggapi sinis dan mencurigai pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Bahkan dia menyebut ada partai yang mengaku Pancasilais namun mengajak memusuhi kawannya.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno menanggapi positif. Hendrawan tidak merasa sindiran itu ditujukan untuk PDIP sebagai partai yang menjunjung nilai Pancasila.

“Pidato Bang Surya Paloh lebih berisi harapan-harapan tentang masa depan, harapan tentang perilaku politik yang ideal. Jadi, sifatnya normatif. Bagus,” ujar Hendrawan kepada wartawan, Sabtu (9/11).

Dia menilai pidato Surya mengingatkan kedewasaan dalam politik untuk memajukan bangsa. Hal itu senada dengan komitmen PDIP saat kongres di Bali.

PDIP menilai politik adalah jalan membangun peradaban yang lebih baik. “Ini harapan kita semua. Tanpa harus menghardik, tanpa harus saling mencurigai apalagi saling memusuhi,” tegas Hendrawan.

Reaksi berbeda ditunjukkan oleh politikus PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira. Menurut dia sindiran Paloh terlalu berlebihan, karena menyinggung ideologi partai.

“Reaksi Surya Paloh terhadap sindiran Presiden pun menurut saya terlalu emosional, membawa diskursus seolah persoalan pelukan ini masuk dalam wilayah ideologis partai-partai pendukung Jokowi-Ma’ruf,” ucapnya.

Andreas menuturkan, pembentukan kabinet memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun, pemerintah dan koalisi tetap solid.

Selain itu, dia menilai tidak ada satu partai pun yang mengatakan rangkulan Paloh dengan Sohibul Iman memiliki makna ideologis. Di sisi lain PDIP mengerti dinamika elite partai bagian dari politik pertemanan.

“Menurut saya, tuduhan Surya Paloh soal partai Pancasilais pun menjadi terlalu emosional dan sama sekali tidak bermakna ideologis,” tukasnya.

Sementara itu, Surya Paloh membantah jika pidatonya terlalu reaktif maupun emosional. “Nggak juga, nggak mungkin kita reaktif dengan Pak Jokowi. Artinya memang selalu bagaimana pun menawarkan alternatif pikiran-pikiran,” ucapnya.

Surya pun memastikan tidak dalam hal menyindir PDIP terkait partai Pancasilais yang memusuhi kawannya. “PDIP kan sahabat. Kita bersahabat dengan semuanya. Untuk apa saling menyinggung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Surya Paloh dalam pidatonya di pembukaan Kongres II menyinggung terkait pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Menurut dia, sekarang mulai muncul intrik-intrik yang mengundang sinisme dan kecurigaan satu sama lain.

Paloh menilai kondisi seperti ini tidak sehat dalam berbangsa dan bernegara. Menurutnya, itu membangun diskursus politik picik. “Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,” kata Surya.

“Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain kecurigaan satu sama lain hingga kita berkujung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini?” imbuhnya.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

34 menit ago

Bupati Rohil Dukung Riau Pesisir, Surat Rekomendasi Segera Diproses Berjenjang

Bupati Rohil H Bistamam menerbitkan surat rekomendasi dan dukungan terhadap pembentukan Provinsi Riau Pesisir untuk…

53 menit ago

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Turun Drastis Malam Hari

Kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru. Data BMKG mencatat PM2.5 mencapai 155 µg/m³ dan kualitas udara…

2 jam ago

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

21 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

21 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

21 jam ago