Categories: Olahraga

Datang Duluan Jaga Berat Badan

MANILA (RIAUPOS.CO) —  Tim angkat besi Indonesia berangkat dua hari lebih awal dari jadwal resmi yang ditentukan. Kemarin (27/11), Eko Yuli Irawan dkk sudah tiba di Manila, sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Mereka belum bisa masuk hotel yang disediakan Phillipine Southeast Asian Games Organizing Commitee (PHISGOC, alias panitia lokal, red). Hotel tersebut baru bisa ditempati Jumat (29/11). Sehingga Eko dkk diinapkan di sebuah hotel di kawasan Fillmore Street, Makati, Manila, selama dua malam.

Kompetisi angkat besi dimulai pada Ahad (1/12). "Kami sengaja datang lebih awal untuk adaptasi," kata pelatih pelatnas angkat besi Dirdja Wihardja. Dirdja ingin seluruh anak asuhnya benar-benar siap menghadapi segala hal di Filipina. Mulai cuaca, makanan, hingga venue pertandingan.

Plus satu hal lagi yang dijaga adalah berat badan mereka. Beberapa lifter memang masih overweight. Kalau berangkat sesuai jadwal, yakni besok, hanya ada waktu dua hari untuk menurunkan berat mereka. Takutnya tidak cukup. "Kami juga mencari sauna untuk menurunkan berat badan anak-anak," kata Dirdja.

Pada multievent kali ini, skuad angkat besi mengirim 10 lifter. Mereka ditemani tujuh orang pelatih dan ofisial. Setelah istirahat sebentar di hotel, empat lifter langsung mencoba latihan di gym khusus angkat besi di Rizal Memorial Sport Complex (RMSC). Mereka adalah, Eko, Deni, Lisa Setiawati, serta Rahmat Erwin Abdullah.

Hampir dua jam mereka melakoni latihan sejak pukul 18.00 waktu setempat. Eko menjelaskan, saat ini bobotnya masih terlalu berat sekitar empat kilogram. "Nanti pelan-pelan dikurangi porsi makannya. Lalu ditambah sauna juga,"kata peraih emas Asian Games 2018 dan juara dunia 2018 itu.

Di sisi lain, PHISGOC masih dikejar waktu menyelesaikan pengerjaan venue di kawasan RMSC. Misalnya, yang terlihat di venue tenis. Para pekerja masih memasang pembatas lapangan. Sejumlah spot juga masih terlihat baru dicat. Alat-alat berat juga belum dipindahkan. Padahal, seperti angkat besi, tenis sudah kick off sejak Ahad nanti.

Hal yang sama terlihat di Ninoy Aquino Stadium. Gedung tersebut akan menjadi arena cabor angkat besi dan taekwondo. Lokasinya di sebelah utara lapangan bola. Di sana para pekerja terlihat masih melakukan finishing arena pertandingan dan tribun penonton. Bukan hanya itu, sebagian perlengkapan pertandingan pun belum siap. Misalnya barbel dan matras angkat besi.   "Alat-alat untuk angkat besi memang belum tiba, tetapi Sabtu (30/11) bakal siap di arena," jamin Paul.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

SE Bupati Kuansing Ditempel, Satpol PP Pantau Kafe dan Kedai

Satpol PP Kuansing patroli hari pertama Ramadan, pastikan rumah makan di Teluk Kuantan tutup hingga…

9 jam ago

27 Calon Jemaah Haji Riau Tunda Berangkat 2026, Ini Penyebabnya

Sebanyak 27 calon jemaah haji Riau menunda atau batal berangkat 2026 karena faktor kesehatan dan…

11 jam ago

Jalintim KM 75 Pangkalankerinci Ditimbun, Sistem Buka Tutup Masih Berlaku

Penimbunan Jalintim KM 75 Pangkalankerinci selesai 300 meter, sistem buka tutup masih berlaku hingga proyek…

11 jam ago

Ramadan di Balik Jeruji, Napi Salat Berjamaah di Samping Kepala Lapas

Ratusan napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru khusyuk salat Tarawih bersama Kalapas pada malam pertama Ramadan…

12 jam ago

Corporate Gathering Ramadan, Grand Zuri Duri Tawarkan Kuliner Khas Indonesia

Grand Zuri Duri gelar Corporate Gathering Ramadan 2026, perkenalkan konsep “Sajian Nusantara” untuk berbuka puasa.

12 jam ago

PTPN IV Rawat Kearifan Lokal, Balimau Kasai Jadi Simbol Harmoni

PTPN IV Regional III dukung tradisi Balimau Kasai di Tandun, Rokan Hulu, sebagai wujud pelestarian…

15 jam ago