Categories: Olahraga

Nasib Kompetisi Bergantung Koordinasi dengan Gugus Tugas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kata Yoyok Sukawi, akan ada koordinasi antara PSSI dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Itu terkait dengan larangan menghelat kegiatan olahraga yang mengandung sentuhan fisik, termasuk sepakbola. Persoalannya, kenapa PSSI tak berkoordinasi dulu dengan gugus tugas sebelum menghelat rapat exco (executive committee/komite eksekutif)? Padahal, rapat exco itu hanya berselisih beberapa jam dengan dengar pendapat Komisi X DPR dan Ketua Gugus Tugas Doni Monardo yang berlangsung Rabu siang (17/6).

Adapun rapat exco yang diikuti 15 anggotanya itu berlangsung melalui WhatsApp (WA) pada Rabu malam. Dan, hasilnya, 12 anggota exco setuju Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan lagi pada September dan Oktober mendatang. Dengan syarat yang berbeda-beda.

"Saya rasa ini masalah komunikasi dan koordinasi saja," papar Yoyok, anggota Komisi X DPR sekaligus anggota Exco PSSI, kepada Jawa Pos (JPG), kemarin (19/6).

Masalah sepenting melanjutkan dua kompetisi strata teratas di Tanah Air, di tengah pandemi yang telah menelan begitu banyak korban, tidakkah sepatutnya itu dikomunikasikan dulu secara matang? Alhasil, akibat "masalah komunikasi dan koordinasi saja" itu, nasib kompetisi pun jadi tanda tanya lagi.

Dalam rapat dengar pendapat di DPR, Doni menyebut bahwa sebenarnya olahraga adalah salah satu kegiatan dengan risiko yang rendah untuk dilakukan selama masa pandemi. Sebab, pada dasarnya olahraga adalah bagian tidak terpisahkan dalam penanganan Covid-19.

"Kecuali olahraga tertentu yang sifatnya sentuhan fisik, seperti halnya (sepakbola, kemudian juga basket," ujarnya.

Sejumlah olahraga yang menggunakan bola, pelaksanaannya memang tidak bisa terhindar dari potensi sentuhan, bahkan benturan fisik.

Misalnya, sepakbola, futsal, basket, voli, rugbi, hoki, dan polo air. Artinya, sepak bola masih masuk kategori risiko sedang atau tinggi. Yang masuk kategori risiko rendah yang tidak akan dilarang. Yakni, olahraga yang potensi kontak fisiknya minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Di antaranya, lari atau joging.

Namun, Yoyok tetap berkeyakinan, jika sudah ada koordinasi antara PSSI dan gugus tugas, akan ada kelonggaran bagi sepakbola. Kelonggaran yang  mengizinkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan. Tentu dengan syarat ketat melalui protokol kesehatan.

Apalagi, lanjut Yoyok, PSSI sudah membakukan lima pedoman protokol kesehatan dalam sepak bola. Itulah yang akan jadi kunci bagi PSSI untuk mendapat izin dari gugus tugas. Pedoman protokol kesehatan itu saat ini sedang dalam proses untuk disampaikan kepada seluruh member PSSI.

Tapi, Hasnuryadi Sulaiman, satu-satunya anggota exco yang menolak kompetisi dilanjutkan, berpendapat berbeda dari Yoyok. Kepada JPG dia menjelaskan, meski ada protokol kesehatan, dia tidak yakin 100 persen pemain, pelatih, ofisial, hingga perangkat pertandingan terhindar dari virus Covid-19.

"Lalu, apa ada jaminan juga September atau Oktober pasti sudah aman? Saya setuju bangsa ini harus optimis, tapi juga harus realistis dan waspada," terang Hasnur yang juga CEO Barito Putera itu.

Jika alasan kompetisi harus diputar kembali karena kepentingan timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 tahun depan, Hasnur menyarankan PSSI mencari cara lain di luar memutar lagi kompetisi. "Ini juga untuk  menghindari kebijakan yang coba-coba,  tidak pasti, dan berubah-ubah," katanya.(rid/byu/c10/ttg/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

20 jam ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

20 jam ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

20 jam ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

21 jam ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

21 jam ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

23 jam ago