wimbledon-catat-rekor-hadiah-di-tengah-sanksi
LONDON (RIAUPOS.CO) – Di tengah kontroversi yang mereka buat dengan melarang petenis Rusia dan Belarus ambil bagian, penyelenggara grand slam Wimbledon memberi kabar baik.
Ajang tenis tertua itu mengumumkan penambahan total hadiah bagi atlet yang akan bertanding. Chairman All England Club Ian Hewitt selaku penyelenggara Wimbledon menyebutkan, total hadiah uang tunai yang mereka siapkan untuk pemenang tahun ini meningkat 11 persen jika dibandingkan edisi tahun lalu.
Hal itu membuat total hadiah yang disiapkan panitia untuk pemenang memecahkan rekor baru selama pergelaran grand slam itu dilaksanakan sejak 1877. Atau di usia turnamen 145 tahun.
’’Peningkatan distribusi hadiah uang tunai yang kami siapkan tahun ini adalah bentuk refleksi yang menunjukkan betapa pentingnya arti para atlet bagi kami. Ini juga bagian dari upaya kami terus menjadi salah satu turnamen olahraga terdepan di dunia,’’ ucap Hewitt, dilansir Associated Press.
Total hadiah yang disebutkan di atas tidak termasuk uang tunai yang disiapkan panitia untuk petenis setiap kali memenangi satu pertandingan. Ganjaran untuk itu juga naik 11 persen dari edisi 2019.
Total hadiah uang yang panitia siapkan untuk kemenangan petenis setiap pertandingan mencapai USD 48,8 juta (Rp711 miliar).
’’Setiap petenis yang mampu melewati babak pertama mendapatkan USD 62.700 (Rp914 juta),’’ tambah Hewitt.
Tahun ini, juara tunggal putra maupun tunggal putri ajang mayor lapangan rumput tersebut masing-masing akan mendapat hadiah uang tunai USD 2,5 juta (Rp36 miliar).
Jumlah itu meningkat 17,6 persen dari yang didapat Novak Djokovic dan Ashleigh Barty sebagai juara tunggal putra dan tunggal putri tahun lalu.
Sementara itu, Asosiasi Tenis Profesional Putra (ATP) dan Asosiasi Tenis Profesional Putri (WTA) terus meminta Wimbledon untuk mencabut aturan independen yang mereka buat.
Yakni, soal larangan atlet Rusia dan Belarusia ambil bagian di ajang tersebut. Itu sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Ukraina.
Padahal, di turnamen lain yang berada di bawah naungan ATP dan WTA, petenis Rusia dan Belarusia, tetap bisa tampil dengan bendera netral.
Namun, Wimbledon tetap menjalankan aturan independen itu. Sebagai sanksi, ATP dan WTA memutuskan bahwa keikutsertaan seluruh petenis yang ambil bagian di Wimbledon tahun ini tidak akan masuk dalam sistem poin ATP maupun WTA. (irr/c18/bas/jpg)
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…
Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…
Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…
Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…
Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…