Categories: Olahraga

Melawan Jetlag hingga Cuaca

BIRMINGHAM (RIAUPOS.CO) – Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani memiliki tambahan amunisi menghadapi All England yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, mulai Selasa (11/3). Sabar/Reza didampingi mantan ganda putra top Indonesia, Hendra Setiawan.

Hendra bersama Mohammad Ahsan pernah dua kali memenangi All England. Masing-masing pada edisi 2014 dan 2019. Hendra gantung raket setelah tampil di Indonesia Masters 2024. ”Iya, dilatih (Hendra Setiawan, red),” jawab Sabar kepada JPG, Senin (10/3).

Namun, Sabar belum memerinci secara detail apakah Hendra khusus untuk melatih di All England atau bakal berlanjut ke turnamen berikutnya. Sosok pelatih memang menjadi salah satu persoalan bagi Bara Api –akronim Sabar/Reza– yang merupakan pemain non-pelatnas.

Sebelumnya, Sabar/Reza dilatih oleh Andrei Adistia. Namun, Andrei sudah tidak tidak lagi mendampingi seiring telah menjadi bagian tim pelatih ganda putra pratama PBSI.

Selain adaptasi dengan Hendra Setiawan, tantangan lain Bara Api di All England adalah jetlag dan cuaca. ”Karena kami baru sampai dan masih jetlag. Semoga di matchday nanti bisa tambil prima dan maksimal,” tutur Sabar. Untuk cuaca, suhu di Birmingham berkisar antara 10-16 derajat Celsius. Asal tidak hujan, suhu relatif masih hangat.

Pada babak pertama di All England, Bara Api sudah harus menghadapi unggulan ketiga asal Cina Liang Wei Keng/Wang Chang. Secara head-to-head, Bara Api tertinggal 1-3. Tapi, satu-satunya kemenangan diraih dalam pertemuan terakhir. Yakni, pada babak 16 besar Cina Masters 2024 dengan dua game langsung (21-16, 21-10). ”Kami ingin meraih hasil optimal. Semoga bisa memberikan yang terbaik,” sahut Reza.(raf/dns/jpg)

Redaksi

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

2 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

2 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

1 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

1 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

2 hari ago